Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Islam adalah agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di dunia, setelah Kristen. Di Indonesia sendiri, Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh sebagian besar penduduknya. Pemeluk Agama Islam di Indonesia sendiri mencapai 86,93 % atau sekitar 239,09 juta jiwa penduduk (berdasarkan data sensus per Desember 2021).

Meskipun Indonesia tak menerapkan Hukum Islam secara menyeluruh dalam pemerintahannya. Namun, hukum-hukum Islam sendiri banyak diterapkan. Hal ini sendiri dapat tercermin dari kebiasaan & perilaku masyarakat dan sejumlah regulasi tentang perkawinan, pengadilan agama, wakaf & zakat, penyelenggaraan haji & umroh, perbankan syariah, dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai Islam masa kini di Indonesia tentu saja tak lepas dari Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia. Mari kita bahas secara singkat dalam artikel berikut ini!

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Sejarah penyebaran Agama Islam Menurut Beberapa Catatan

Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, menurut Thomas Walker Arnold yang merupakan seorang orientalis dan sejarawan seni rupa Islam asal Inggris. Sulit untuk menentukan masa tepat Islam masuk ke Indonesia. Namun, waktu masuknya Islam di Nusantara sediri diperkirakan sudah ada semenjak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Hanya saja perkembangan dakwahnya baru dimulai pada abad ke-11 dan ke-12.

Lalu, tempat manakah di Indonesia yang pertama kali dimasuki Agama Islam? Para sejarawan sendiri memiliki beberapa pendapat mengenai tempat asal kedatangan Islam di Indonesia.

Ahmad Mansur Suryanegara sendiri mengikhtisarkan masuknya Islam di Indonesia dengan 3 teori besar, yakni :

  • Teori Gujarat.  Dalam teori ini, Islam di Indonesia awalnya dipercayai datang dari wilayah Gujarat, India berkat para pedagang India muslim (di abad ke-13). 
  • Teori Makkah. Dalam teori ini, Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah. Hal ini sendiri berkat jasa para pedagang Arab Muslim di sekitar abad ke-7.
  • Teori Persia. Dalam Teori Persia ini, Islam pertama kali tiba di Indonesia melalui peran para pedagang dari Persia. Para pedagang Persia tersebut dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum sampai ke Indonesia pada awal abad ke-13.

Selain itu berdasarkan pandangan lainnya yakni dari AH Johns dan SQ Fatimi, Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia sendiri karena pengaruh iman-iman Sufi yang cakap dalam soal kebatinan. Iman-iman Sufi tersebut bersedia menggunakan serta memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan pra Islam dan mengisinya dengan semangat Islami.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia di Beberapa Daerah di Indonesia

Sulawesi, di pulau ini Islam diyakini menyebar lewat hubungan antara kerajaan-kerajaan setempat dengan para Ulama (dari Mekkah dan Madinah). Ulama tersebut sebelumnya juga sempat singgah di Hadramaut untuk kemudian menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok Indonesia.

Pengaruh para Ulama Minang di Wilayah Selatan Sulawesi sendiri juga membuat beberapa kesultanan di daerah tersebut memeluk Agama Islam. Seperti Kesultanan Gowa dan Kesultanan Bone.

Kesultanan Ternate yang ada di Maluku Utara juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarkan Agama Islam di daerah Sulawesi Utara & Tengah. Salah satu bukti nyatanya adalah adanya salah satu Kerajaan Islam paling berpengaruh di sepanjang Semenanjung Utara Sulawesi hingga ke Sulawesi bagian Timur dan Tengah. Kerajaan tersebut adalah Kesultanan Gorontalo.

Di Papua sendiri, Kesultanan Tidore yang menguasai area Papua sejak abad ke-17 juga berhasil melakukan upaya penyebaran Agama Islam hingga mencapai Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tepatnya di Semenanjung Onin.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia juga tak lepas dari pengaruh para ulama dan juga kerajaan-kerajaan di masa itu.

Pada masa pemerintahan pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, pada tahun 30 Hijriah (651 Masehi) beliau mengutus Muawiyah bin Abu Sufyan untuk datang ke Tanah Jawa tepatnya ke Jepara (dulu namanya adalah Kalingga). Hasil dari kunjungan ini dapat membawa Raja Jay Sima yang merupakan Putra Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga masuk Islam.

Nah, salah satu bukti yang memperkuat bahwa Islam di Indonesia sudah mulai muncul di awal periode adalah dengan adanya Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M) di Gresik.

Para pedagang Islam sendiri menyebarkan Agama Islam dengan dakwah yang dilakukan dengan kecerdasan dan menggunakan harta perdagangan mereka sebagai modal utama. Pendekatan yang baik dan mudah diterima oleh masyarakat inilah yang pada akhirnya membuat penyebaran Agama Islam cukup cepat di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia pada Masa Kolonial

Di tahun 1601, Kerajaan Hindia Belanda mulai datang ke Indonesia. Pada awalnya, tujuannya adalah untuk berdagang namun akhirnya mereka menjadi penjajah. Pada masa kolonial ini, proses penyebaran dakwah menjadi terhambat.

Sata para penjajah mulai datang, para ulama mulai mengubah pesantren menjadi markas perjuangan. Para santri menjadi para pejuang yang tak gentar menghadapi penjajah dan para ulama menjadi panglima perang.

Pengaruh Islam di Indonesia

Islam masa kini di Indonesia tentu saja tak lepas dari Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia pada masa-masa awal. Saat ini, Islam menjadi agama mayoritas Penduduk Indonesia. Islam adalah salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia.

Setiap nilai-nilai Islam selalu diberlakukan di tengah-tengah masyarakat kita. Baik dari segi bersosial, bermasyarakat, pendidikan, dan sektor-sektor lainnya yang cakupannya sangatlah luas.

Dari segi bahasa dan adat istiadat. Islam sampai di Indonesia sejak abad ke-7, bekrembang mulai dari abad ke-12. Nah, di masa-masa ini kata serapan sistem, aksara Jawi dan aksara daerah mulai tercipta (hal yang sebelumnya belum ada).  Bahasa Melayu juga berpadu mengembangkan kebudayaan Islam di jazirah ini. Agama Islam, lewat Bahasa Arab juga mampu mempengaruhi perkembangan bahasa daerah di Indonesia. Seperti Bahasa Jawa, Bahasa Bima, Bahasa Sunda Bahasa Lampung, Bahasa Bugis, dan Bahasa Sasak.

Arsitektur. Dari segi arsitektur, Agama Islam juga mampu mempengaruhi beberapa gaya arsitektur bangunan di Indonesia. Salah satu contohnya adalah arsitektur Rumah Betawi yang bentuknya banyak dipengaruhi oleh corak Islam.

Setelah Islam mulai semakin berkembang. Dibangunlah banyak masjid, pesantren, dan bahkan ada juga partai politik yang berasaskan Islam.

Jumlah Penganut Islam di Beberapa Daerah di Indonesia

  • Aceh (98.2%) : 4.413.244
  • Sumatera Utara (60.4%) : 8.579.830
  • Sumatera Barat (97.4%) : 4.721.924
  • Riau (88%) : 4.872.873
  • Jambi (95.4%) : 2.950.195
  • Sumatera Selatan (96.9%) : 7.218.951
  • Bengkulu (97.3%) : 1.669.081
  • Lampung (95.5%) : 7.264.783
  • Bangka Belitung (89%) : 1.088.791
  • Kepulauan Riau (77,5%) : 1.332.201
  • DKI Jakarta (83.4%) : 8.200.796
  • Jawa Barat (97%) : 41.763.592
  • Jawa Tengah (96.7%) : 31.328.341
  • Daerah Istimewa Yogyakarta (91.9%) : 3.179.129
  • Jawa Timur (96.4%) : 36.113.396
  • Banten (94.7%) : 10.065.783
  • Bali (13.4%) : 520.244
  • Nusa Tenggara Barat (96.5%) : 4.341.284
  • Nusa Tenggara Timur (9%) : 423.925
  • Kalimantan Barat (59.2%) : 2.603.318
  • Kalimantan Tengah (74.3%) : 1.643.715
  • Kalimantan Selatan (96.7%) : 3.505.846
  • Kalimantan Timur (85.4%) : 3.033.705
  • Sulawesi Utara (30.9%) : 701.699
  • Sulawesi Tengah (77.7%) : 2.047.959
  • Sulawesi Selatan (89.6%) : 7.200.938
  • Sulawesi Tenggara (95.2%) : 2.126.126
  • Gorontalo (97.8%) : 1.017.396
  • Sulawesi Barat (82.6%) : 957.735
  • Maluku (49.6%) : 776.130
  • Maluku Utara (74.3%) : 771.110
  • Papua Barat (38.4%) : 292.026
  • Papua (15.9%) : 450.096