Simak Tradisi Unik Umat Buddha di 6 Negara

Simak Tradisi Unik Umat Budha di 6 NegaraHari Raya Waisak adalah hari memperingati kelahiran Sang Buddha. Hari raya Waisak dirayakan dengan berbagai macam tradisi yang sangat unik di beberapa negara di benua asia, salah satunya yaitu, Indonesia yang biasanya merayakan Waisak di Candi Borobudur. Selain itu ada juga yang merayakan Waisak di berbagai daerah.

Mengenai perayaan Hari Raya Waisak, ada 3 tahapan penting dalam kehidupan Sang Buddha yang diperingati dalam perayaan ini, yaitu tahapan kelahiran, tahapan pencerahan, dan kematian. Ketiga tahapan tersebut biasa disebut dengan Trisuci Waisak, yang menurut penanggalan tradisional jatuh pada hari yang sama.

Hari raya Waisak biasanya diadakan setiap puncak bulan purnama di bulan Mei dan awal bulan Juni setiap tahunnya. Tempat Sangat Buddha Lahir taman Lumbini, sebuah kawasan di kaki pegunungan Himalaya yang saat ini masuk dalam wilayah Nepal. Di sanalah Sang Buddha yang awalnya bergelar Pangeran Siddhartha Gautama, lahir dan menghabiskan 29 tahun hidupnya. Waisak telah menjadi perayaan besar setiap tahun. Hal ini ditandai dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat Buddha di berbagai belahan dunia.

Perayaan ini tentunya akan menjadi perayaan yang unik seperti perayaan hari raya lainnya, dimana setiap kota yang berbeda akan merayakannya dengan cara beda juga sesuai dengan tradisi yang mereka pegang di daerah tersebut. Seperti agama-agama lain yang cukup besar, agama Buddha juga telah menyebar luas di berbagai belahan dunia, sehingga umat Buddha dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah.

Perayaan hari raya Waisak dilakukan dengan berbagai macam kegiatan, yang dimana umat Buddha di berbagai wilayah akan melakukan berbagai tradisi dan ritual yang unik dalam merayakan hari Raya Waisak. Biasanya berbagai kegiatan dan tradisi yang diadakan sangat dipengaruhi oleh tradisi atau adat istiadat masyarakat setempat.

Tapi semua yang dilakukan tidak menghilangkan makna dan arti yang terkandung dalam perayaan Waisak. Hal ini dilakukan sebagai peringatan dan untuk mengingat ajaran Buddhis. Beberapa keunikan perayaan Hari Raya Waisak di berbagai negara  dapat anda baca dibawah ini.

Kelahiran dan Hari Baru

Hari Raya Waisak pastinya bukan hanya sekedar perayaan bagi umat Buddha. Ini dimaksudkan sebagai penyambutan, hari yang akan datang, dan kelahiran jiwa baru. Setiap perayaan patut diapresiasi dan diapresiasi sebagai bagian dari budaya dan tradisi suatu bangsa. Merayakan Hari raya Waisak dapat merasakan makna dari Waisak itu sendiri, dan memberikan kita rasa kebersamaan dan toleransi kepada umat yang merayakan.

Tradisi Unik Umat Buddha di 6 Negara

Indonesia

Umat Buddha di Indonesia tidak terlalu banyak seperti penganut agama lain, bukan berarti perayaan kelahiran Buddha ini tidak digelar secara meriah. Perayaan Waisak dirayakan di setiap daerah di Indonesia, tapi puncak perayaan Waisak diadakan di Candi Borobudur. Banyak rangkaian acara yang diadakan untuk memperingati Trisuci Waisak. Ada 3 bagian yaitu

Pengambilan Air

Berkah dari mengambil mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung, serta menyalakan api obor di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Ritual Pindapatta

Ritual khusus masyarakat untuk berbuat baik, untuk memberi bersedekah kepada para biksu dan biksu yang ada di sekitarnya.

Samadhi

Dalam agama Buddha, waktu puncak bulan purnama berdasarkan pada perhitungan langit, sehingga memungkinan puncak bulan purnama ada di siang hari atau malam hari.

Menjelang Perayaan Puncak Waisak

Semua acara biasanya diadakan di Candi Borobudur, Seluruh umat Buddha menyalakan lilin dan meletakkannya di lentera dan diterbangkan secara serempak, dan akan terlihat indah di malam hari yang sudah gelap. Walaupun tidak ada makna dalam pelepasan lentera, tapi sudah menjadi kebiasaan perayaan hari raya Waisak yang dilakukan oleh seluruh umat Buddha di Indonesia.

Nepal

Di Nepal Umat Buddha pergi ke Lumbini, tempat lahirnya sang Buddha untuk merayakan hari raya Waisak. Di hari penting ini, semua umat bebuat hal yang baik memberikan sedekah dan berbagai kepada orang yang tidak mampu. Dan juga, pergi ke vihara untuk berdao kepada Buddha.

Taiwan

Umat Buddha di Taiwan Merayakan hari raya Waisak dengan tradisi menyiram air suci ke patung Buddha yang di anggap sebagai simbol kehidupan yang baru. Meski sederhana ini adalah makna bentuk raya syukur akan kehidupan.

Korea Selatan

Seluruh umat Buddha di Korea Selatan, hari Raya Waisak termasuk perayaan yang meriah dan selalu menghias candi yang ada. Dengan ribuan lampion teratai yang indah akan dinyalakan untuk menerangi candi di malam hari raya waisak. Tujuan menyealakan lampion ada lah memperingati lahir sang Buddha ke dunia.

Singapura

Menggelar acara yang unik, di Singapura mereayakan Hari Waisak dengan melepaskan burung-burung yang dibeli ke udara. Dianggap sebagai melambangkan hari yang baru atau perayaan ajaran buddha bagi umat buddha di Singapura. Ini acara yang menyenangkan, karena melihat burung yang di lepaskan berterbangan di udara saat hari lahir nya sang Buddha.

Srilanka

Masyarakat Sri Lanka di hari raya Waisak menggunakan pakain yang berwarna cerah. Tidak sama dengan beberapa negara dengan tradisi menyalakan dan melepas lampion sebagai perayaan Waisak, justru masyarakat Sri Lanka memasang tiang lampu listrik warna-warni di berbagai sudut setiap kota. Ini pasti akan menjadi hal yang saat malam hari tiba.

Demikian ulasan tentang, Intip Tradisi Unik Umat Budha di 6 Negara. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.