Hari Besar Agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu

Hari besar agama sendiri merupakan sebuah hari khusus yang diistimewakan dan diperingati oleh umat (pemeluk agama) tertentu. Hari tersebut biasanya merupakan hari dimana terjadi peristiwa yang penting dalam sejarah agama tersebut.

Adanya hari besar keagamaan ini tentunya akan semakin meningkatkan kesadaran, makna, dan juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan agama atau kepercayaan yang dianut oleh seseorang. Ketika hari tersebut tiba, maka tanggal tersebut biasanya akan jadi “tanggal merah” alias hari libur. Sehingga, para umat yang merayakan hari tersebut bisa lebih khusyuk dan tak terganggu dengan aktivitas lain seperti bersekolah ataupun bekerja.

Tiap agama atau kepercayaan biasanya memiliki hari besarnya masing-masing. Untuk umat Islam sendiri hari besarnya antara lain adalah hari Idul Adha, Hari Idul Fitri, Tahun Baru Hijriah, Isra Mi’raj, dan Maulid Nabi.

Nah, ini dia beberapa hari besar bagi agama 5 lainnya yang ada di Indonesia (Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) : 

Hari Besar Agama Kristen

  • Pentakosta : merupakan salah satu hari keagamaan dalam Kristen. Pentakosta dimulai setelah hari raya paskah sampai dengan hari ke-50. Ibadah ini ditandai dengan penyalaan lilin selama 50 hari, atau setidaknya per hari minggu dalam kurun waktu tersebut. Gereja Kristen merayakan Pentakosta ini untuk mengingat waktu turunnya Roh Kudus pada murid Yesus di Yerusalem. Selama hari Pentakosta ini, puasa tidak diperbolehkan. Doa diucapkan dengan posisi berdiri dan Haleluya akan lebih banyak dinyanyikan.
  • Paskah : hari perayaan paskah dimeriahkan dengan makan telur. Telur-telur pun banyak yang dicat atau diwarnai. Anak-anak juga mencari kelinci-kelinci atau telur yang disembunyikan dalam kebun atau kandang.
  • Jumat Agung : merupakan hari untuk memperingati kematian Yesus Kristus.
  • Natal : Natal dirayakan setiap tanggal 25 pada bulan Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Ketika perayaan natal datang, beberapa tradisi juga mulai dilakukan. Seperti mengirim kartu ucapan natal, acara tukar kado, menghias pohon natal, dan lain sebagainya. Natal juga identik dengan sosok Sinterklas atau Santa Claus.

Hari Besar Agama Katolik

  • Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah : Dirayakan setiap tanggal 1 Januari tiap tahunnya. Merupakan pesta perayaan Keibuan Maria terhadap Yesus Kristus. Semua Gereja Katolik merayakan hari satu ini. Hari ini sendiri pertama kali ditetapkan oleh oleh Paus Pius XI pada tanggal 25 Desember 1931.
  • Hari Raya Epifani : diperingati setiap tanggal 6 Januari. Kata “Epifani” sendiri berasal dari kata “epiphaneia” Bahasa Yunani yang memiliki arti “penampakan yang mencolok”.
  • Trihara Suci Paskah : hari besar agama Katolik yang selanjutnya adalah Trihara Suci Paskah. Proses perayaan hari keagamaan Katolik ini dimulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, dan Jumat Agung hingga Perayaan Paskah. Pada rabu abu, umat katolik akan berpuasa selama 24 jam. Di hari Kamis Putih ini, para penganut agama katolik akan melakukan perjamuan terakhir. Sebelum memasuki hari paskah. Ada juga tradisi untuk membasuh kaki. Jumat Agung sendiri diperingati sebagai hari kematian Yesus di Kayu Salib. Hari Raya Paskah sendiri dirayakan setelah 3 hari kematian Yesus.
  • Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus : dikenal juga sebagai Kamis Kudus. Hari yang digunakan untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga. Dirayakan tepat 40 hari setelah kebangkitan Yesus pada hari Paskah. Hari ini biasanya akan jatuh di hari Kamis pada bulan Mei.
  • Hari Raya Katolik Santo Petrus dan Paulus : dirayakan setiap tanggal 29 Juni setiap tahunnya. Tujuanya adalah untuk memperingati dan menghormati martirnya para rasul (Petrus dan Paulus di Roma). Hari ini sendiri lebih banyak dirayakan oleh Gereja-gereja Timur dan Gereja Katolik Roma (melalui suatu tradisi yang dinamakan Bizantium).
  • Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga : dirayakan setiap tanggal 15 Agustus.
  • Hari Raya Semua Orang Kudus : disebut juga sebagai All Saints’ Day. Dirayakan tiap tanggal 1 November setiap tahunnya.
  • Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda : dirayakan setiap tanggal 8 Desember setiap tahunnya.
  • Hari Raya Natal : dirayakan setiap tanggal 25 Desember.

Hari Besar Agama Hindu (berdasarkan kalender Bali)

  • Hari Raya Galungan : dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap 210 hari sekali. Perhitungannya sendiri didasarkan pada Kalender Bali. Yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan. Beberapa rangkaian peringatan hari Galungan di Bali adalah : Hari Penyekeban, Sugihan Jawa, Tumpek Wariga, Sugihan Bali, Hari Penyajaan, Hari Umanis Galungan, Hari Raya Galungan, Hari Pemaridan Guru, Hari Penampahan, Ulihan, Hari Pemacekan agung, Hari Raya Kuningan dan Hari Pegat Wakan.
  • Hari Raya Kuningan : diperingati setiap Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Kuningan. Dilaksanakan setiap 210 hari menurut perhitungan Kalender Bali. Pada perayaan Kuningan ini, umat Hindu yang ada di Bali akan membuat nasi kuning (sebagai lambang kemakmuran).
  • Hari Raya Saraswati : merupakan hari dimana umat Hindu akan melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati. Dewi Saraswati sendiri merupakan Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni. Hari raya ini juga diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.
  • Hari Raya Hindu Banyu Pinaruh : dilakukan setelah Hari Raya Saraswati. Atau tepatnya pada Saniscara Umanis Watugunung. Bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri.
  • Hari Raya Pagerwesi : hari ini diperingati setiap Rabu Kliwon wuku Sinta untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Hari Besar Agama Buddha

  • Waisak : hari besar Buddha dimana umatnya memperingati 3 peristiwa besar. Yakni Kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian sempurna Pertapa Gautama, dan wafatnya. Di India, hari raya Waisak ini dikenal dengan nama Visakah Puja.
  • Kathina : pada hari raya ini, umat Buddha akan memberikan persembahan berupa jubah Kathina, mendanai kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan juga perkembangan & kemajuan agama Buddha.
  • Asadha (Asadha Puja) : diperingati 2 bulan seusai Waisak.
  • Magha Puja

Hari Besar Agama Kong Hu Cu

  • Imlek : merupakan salah satu hari terpenting bagi umat Konghucu. Perayaannya dilakukan selama 15 hari pada bulan pertama kalender China. 1 hari sebelum/saat Imlek sampai 14 hari selanjutnya. Dalam perayaan imlek ini, para penganut Konghucu akan melakukan ibadah pemujaan, sembahyang untuk leluhur, dan melakukan berbagai tradisi lainnya.
  • Cap Go Meh : diperingati pada akhir perayaan imlek atau tepat di hari ke-15 pada kalender China. Saat perayaan hari, umat Kong Hu Cu akan melakukan ibadah di Klenteng dan mengadakan pertunjukan barongsai yang juga menjadi ikon perayaan hari ini.
  • Twan Yang  atau “Hari Raya Peh Cun” : diperingati ketika posisi matahari, bumi dan bulan membentuk sudut 90 derajat. Biasanya hari ini jatuh pada tanggal 5 bulan ke 5 kalender China.
  • Hari Tangcik : upacara Konghucu yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa pada puncak musim dingin (21 & 22 Desember).