Daftar Agama Tertua Di Dunia

Tahukah kamu ternyata ada beberapa agama yang tertua di dunia lho? Kepercayaan tersebut sudah ada sejak ribuan tahun silam dan telah dianut jutaan bahkan milyaran orang di seluruh dunia. Lalu, agama tertua apa saja yang masih banyak dianut hingga sekarang? Nah, ini dia pembahasannya.

Brahmanisme (sekitar 8000-6000 SM)

Agama tertua pertama di dunia adalah Brahmanisme. Kepercayaan Brahmanisme atau yang kerap disebut sebagai Weda Brahmanisme ini adalah kepercayaan tertua yang diklaim ada sejak tahun 8.000-6000 SM. Kepercayaan Brahmanisme sendiri meyakini kehadiran kekuatan alam yang berasal dari dewa-dewi. Diantaranya adalah Dewa Api, Dewa Angin, Dewa Matahari, dan masih banyak lagi.

Hindu (Sekitar 7000-6000 SM)

Agama tertua di dunia kedua adalah agama Hindu. Setelah kemunculan agama Brahmanisme, agama Hindu ini mulai muncul. Agama ini mulai muncul pertama kali di India. Berdasarkan beberapa catatan sejarah, awal mula penyebaran agama Hindu sendiri dimulai dari Lembah Sungai Indus atau yang sekarang terkenal sebagai Pakistan Modern.

Hindu menjadi salah satu agama tertua di dunia yang masih populer hingga sekarang dan dianut oleh sekitar 1,161 miliar orang di dunia. Penganut agama Hindu sendiri mencakup 15,16 % populasi manusia di dunia (Perkiraan 2020). Hal ini sekaligus membuatnya menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak ketiga di dunia setelah agama Kristen dan Islam.

Dalam agama Hindu ini, tak ada yang namanya pendiri atau teks tunggal. Agama ini menggabungkan beberapa kepercayaan kuno dan tradisi. Kitab suci agama Hindu sendiri disebut dengan Rig Veda yang umurnya diperkirakan telah mencapai usia 3.500 tahun.

Sementara itu, para arkeolog menemukan motif hewan banteng dan sapi yang berasal dari masa sekitar 7000 SM di masa saat peradaban kuno menghuni beberapa daerah yang ada di sekitar Sungai Indus. Dalam agama Hindu, sapi dan banteng sendiri dianggap sebagai hewan suci.

Diantara para penganut agama Hindu, utamanya di India kepercayaan Brahmanisme sendiri lebih dipandang sebagai tradisi kebudayaan dibandingkan dengan agama yang terpisah.

Yahudi (Sekitar 6000 SM-2000 SM)

Yahudi sendiri adalah agama monoteistik tertua di dunia yang sudah ada semenjak ribuan tahun silam. Yudaisme sendiri juga merupakan agama Abrahamik dan etnis yang terdiri atas berbagai macam peradaban agama, budaya, serta hukum kolektif orang-orang Yahudi.

Agama ini sendiri berakar sebagai suatu agama yang terorganisir di Timur Tengah pada Zaman Perunggu. Beberapa pakar dan ahli berpendapat bahwa kepercayaan Yudaisme modern sendiri berawal dari evolusi Yahwisme yang merupakan agama bangsa Israel Kuno dan Yehuda.

Per akhir tahun 2019 sendiri, penganut agama Yahudi di dunia mencapai sekitar 14,7 juta orang atau sekitar 0,19% dari populasi dunia saat itu. Sebagian besar orang Yahudi tinggal di Israel (46,9%) sementara sekitar 38,8% tinggal di Amerika Serikat dan Kanada. Kemudian, sisanya tersebar di beberapa benua seperti Amerika Latin, Asia, Afrika, dan Australia.

Zoroastrianisme (Sekitar 1500 – 500 SM)

Agama tertua di dunia kelima adalah kepercayaan Zoroastrianisme yang sudah ada semenjak tahun  1500 – 500 SM.

Kepercayaan ini sendiri dibawa oleh Zoroaster dan mulai berkembang di daerah Persia Kuno (yang sekarang disebut sebagai Negara Iran).

Di Iran, kepercayaan Zoroastrianisme ini dikenal dengan sebutan Mazdayasna atau kepercayaan yang menyembah Ahura Mazda. Berdasarkan pada beberapa catatan arkeologis, akar dari kepercayaan Zoroastrianisme ini berasal dari sekitar tahun 1.200 hingga 1500 SM. Beberapa sejarah juga mencatat bahwa kepercayaan Zoroastrianisme juga pernah menjadi salah satu kepercayaan paling kuat di dunia dan menjadi kepercayaan resmi di Iran pada tahun 600 – 650 SM. Meskipun begitu, jumlah penganut agama ini sekarang tidak sebanyak dulu. Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, jumlah penganut Zoroastrianisme tertinggi diestimasikan hanya sekitar 110.000 hingga 120.000 orang di dunia. Mayoritas penganutnya tinggal di India, Iran, dan Amerika Utara. Kepercayaan ini sendiri memuat

Buddha (Sekitar 2600 SM)

Agama tertua di dunia keempat adalah agama Buddha yang sudah ada semenjak tahun 2600 SM. Buddhisme sendiri dipercaya sudah ada sejak abad 2600 – 2500 SM yang lalu. Salah satu tokoh sentral dalam agama ini adalah Siddhartha Gautama. Perkembangan agama ini sendiri mulai menyebar pertama kali di area anak benua India atau yang sekarang disebut sebagai Nepal Modern.

Buddha menjadi salah satu agama tertua di dunia yang dianut oleh ratusan juta orang di dunia. Bahkan, pada perkiraan tahun 2020 jumlah penganut agama Buddha sendiri mencapai 506 juta orang atau sekitar 5,06 % dari seluruh populasi manusia di dunia. Hal ini menjadikannya sebagai agama tertua di dunia yang memiliki banyak penganut.

Konfusianisme (600 SM)

Agama tertua di dunia keenam adalah agama Konfusianisme yang sudah ada semenjak tahun 600 SM. Meskipun kepercayaan ini diakui sebagai agama. Namun, pada prakteknya kepercayaan ini tidak diberlakukan sebagai agama tradisional yang terorganisir layaknya agama lain. Para penganut kepercayaan ini memandang Konfusianisme layaknya sebagai sistem filsafat sosial dan etika dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang berakal.

Pendiri kepercayaan ini sendiri adalah Confucius. Kepercayaan ini memiliki pengaruh yang cukup besar atas kehidupan politik dan spiritual masyarakat yang ada di Tiongkok. Bahkan pengaruh agama ini menyebar ke wilayah lain seperti wilayah Asia Timur.

Jainism (599-527 SM)

Janism atau yang dikenal juga sebagai Kon Fut Se adakah kepercayaan tradisional China yang dibawa oleh seorang guru dan filsuf social. Karena itulah kepercayaan ini cukup kental dengan adat Tionghoa Kuno. Dilansir dari Gramedia.com, di Indonesia sendiri kita mengenal kepercayaan ini dengan sebutan Kong Hu Cu. Kong Hu Cu sendiri termasuk salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia.

Taoisme (Sekitar 500 SM)

Taoisme adalah kepercayaan yang berdasarkan pada ajaran Tao Te Ching (disebut juga sebagai Daodejing atau Tao Teh King). Tao Te Ching ini berdasarkan tradisinya ditulis oleh pengarang yang Bernama Laozi pada abad 6 SM. Laozi ini memiliki nama pribadi yang disebut sebagai Li Er dan nama kehormatannya setelah meninggal adalah Li Dan.

Kepercayaan ini cukup populer lantaran memanfaatkan gagasan persatuan dan kebalikan atau Yin dan Yang. Kepercayaan ini banyak dipraktikkan di Tiongkok, Taiwan, Asia tenggara dan sebagian kecil negara di wilayah Barat.

Shinto (Sekitar 3-8 SM)

Kekaisaran Jepang menetapkan agama Shinto ini sebagai kepercayaan asli negara tersebut. Kepercayaan ini sendiri baru mulai diperkenalkan di Jepang pada abad ke-6 SM. Beberapa catatan sejarah bahkan ada yang menyebutkan kalau akar kepercayaan ini sudah ada sejak tahun 700 SM. Beberapa catatan arkeologi juga menyebutkan kalau kepercayaan ini muncul lebih lama dibandingkan itu.

Pada periode Meiji, antara tahun 1868 hingga 1912 kepercayaan ini resmi ditetapkan sebagai salah satu agama resmi di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.