6 Rukun Iman : Pengertian dan Contoh Perilaku

Sebagai umat muslim yang taat, tentunya kita harus mengetahui dan juga memahami rukun iman dan rukun islam. Dengan memahami keduanya, kita dapat memaknai, mengambil pelajaran, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai rukun iman.

Pengertian Iman

Iman artinya percaya. Iman juga dapat diartikan sebagai kepercayaan seseorang yang berhubungan dengan agama yang dianutnya. Lebih lanjutnya, kita dapat mengartikan iman sebagai, “percaya dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan.” Keyakinan atau kepercayaan inilah yang memiliki peran penting sebagai wujud dari perlawanan terhadap kekafiran.

Berikut ini pengertian lainnya yang berhubungan dengan iman :

  • Keyakinan yang terbentuk dalam hati.
  • Sementara itu, menurut Imam Malik, As Syafi,’i, Ishaq bin Rahawaih, Ahmad, dan Al Auza’i. Iman adalah pembenaran dengan hati, adanya pengakuan dengan menggunakan lisan, dan hal tersebut diamalkan melalui berbagai anggota badan. Pengamalan yang dilakukan ini merupakan unsur dari keimanan itu sendiri.

Pengertian Rukun Iman

Setelah membahas pengertian iman. Mari, kita bahas apa itu rukun iman. Rukun iman merupakan dasar kepercayaan dalam Agama Islam yang wajib diamalkan oleh orang-orang yang beriman. Rukun sendiri merupakan hal dasar atau aturan pokok yang harus dikerjakan/dilaksanakan.

Menurut KBBI sendiri, rukun juga dapat diartikan sebagai hal yang harus dipenuhi sebagai syarat sahnya suatu pekerjaan.

6 Rukun Iman

Iman Kepada Allah SWT

Pertama adalah Iman kepada Allah SWT. Bagi seorang muslim, meyakini dengan sepenuh hari tentang keesaan Allah adalah hal yang mutlak dan wajib. Iman kepada Allah berarti kita semua harus percaya bahwa Allah swt adalah satu-satunya Tuhan di dunia ini yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta.

Itu artinya, sebagai seorang muslim yang baik kita harus percaya dengan Asmaul Husna (nama-nama baik Allah SWT), mentaati perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Berikut ini contoh perilakunya :

  • Iman yang pertama adalah yakin atas adanya Allah SWT. Mengimani Allah berarti kita percaya bahwa hanya Allah satu-satunya pencipta semesta ini yang menguasai dan mengatur segalanya.
  • Kita juga harus percaya dengan semua nama dan sifat baik Allah, menaati semua perintahnya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Iman Kepada Para Malaikat Allah

Rukun iman yang kedua adalah iman kepada malaikat Allah. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yang terbuat dari cahaya. Malaikat tidak pernah ingkar, selalu mentaati perintah Allah, tidak memiliki jenis kelamin, dan selalu mengagungkan mesin slot dan memuji nama Allah SWT.

Sebagai umat muslim yang baik, kita juga harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa malaikat itu benar-benar ada. Malaikat juga selalu mengawasi tindakan dari manusia. Ada 10 malaikat yang harus kamu ketahui, yakni :

  • Malaikat Jibril : menyampaikan wahyu kepada Rasul-Rasul Allah SWT.
  • Malaikat Mikail : Membagikan Rezeki.
  • Malaikat Israfil : meniup terompet terompet sangkakala ketika hari akhir datang nanti.
  • Malaikat Izrail : mencabut nyawa.
  • Malaikat Munkar dan Nakir : menanyai orang di dalam kubur.
  • Malaikat Raqib dan Atid : mencatat amal manusia ketika masih hidup di dunia.
  • Malaikat Malik : malaikat penjaga neraka.
  • Malaikat Ridwan : malaikat penjaga surga.

Contoh sikap yang menunjukkan iman kepada Malaikat Allah SWT :

  • Meniru sifat-sifat baik dari Malaikat Allah.
  • Selalu berbuat baik dan menghindari hal buruk karena percaya dan yakin bahwa akan ada malaikat yang mencatat setiap tindakan kita.

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Rukun iman ketiga adalah iman terhadap kitab-kitab Allah. Ada 4 kitab Allah yang harus kita Imani yakni,

  • Kitab Taurat : diturunkan pada Nabi Musa AS.
  • Kitab Zabur : diturunkan pada Nabi Daud AS.
  • Kitab Injil : diturunkan pada Nabi Isa AS.
  • Kitab Al-Qur’an yang merupakan penyempurna kitab-kitab sebelumnya : diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. 

Isi-isi kitab tersebut merupakan ajaran-ajaran dari Allah SWT yang diturunkan pada rasul pilihannya untuk kemudian diajarkan kepada seluruh umat manusia. Dengan berpedoman pada kitab-kitab tersebut. Maka, niscaya manusia akan selamat dunia akhirat.

Perilaku yang mencerminkan sikap Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT :

  • Mempelajari cara membaca kitab Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya.
  • Memaknai ajaran yang ada dalam Al -Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menghafalkan Al Qur’an.

Iman Kepada Rasul

Rukun iman yang keempat adalah iman terhadap rasul Allah SWT. Iman terhadap rasul itu artinya kita mempercayai bahwa Allah benar-benar mengutus manusia pilihannya untuk menjadi rasul dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada para manusia yang ada di bumi.

Yakin sepenuh hati bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah dan bertugas membimbing manusia kejalan yang benar agar selamat di dunia dan di akhirat. Sebenarnya, jumlah nabi dan rasul ini ada banyak sekali. Hanya saja yang kerap disebutkan dalam Al Qur’an ada 25. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri merupakan nabi terakhir yang Allah utus untuk membimbing umat manusia.

Contoh perilaku iman kepada rasul-rasul Allah :

  • Melantunkan Sholawat Nabi
  • Menjalankan sunnah Rasul
  • Meniru sifat baik dari Rasul Allah dan menjauhi hal-hal yang tidak dianjurkan olehnya.

Iman Kepada Hari Akhir

Sebagai umat muslim yang taat dan baik kita juga harus meyakini adanya hari akhir. Dunia ini bersifat fana/sementara, itu artinya akan ada masa dimana dunia ini berakhir. Hari itulah yang disebut sebagai hari kiamat.

Hari kiamat sendiri merupakan hari dimana seluruh alam termasuk dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran. Hari kiamat ini ditandai dengan adanya tiupan terompet sangkakala Malaikat Israfil.

Contoh perilaku iman kepada hari akhir :

  • Selalu melaksanakan ibadah terutama ibadah wajib seperti shalat lima waktu, zakat, dan puasa.
  • Senantiasa beriman dan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
  • Mengumpulkan pahala dan melakukan perbuatan baik sebanyak mungkin.
  • Menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya, senantiasa taat dengan perintah agama, dan menjauhi larangan-larangannya.

Iman Kepada Qada Dan Qadar

Rukun iman yang terakhir adalah iman kepada Qada dan Qadar Allah. Iman kepada Qada dan Qadar berarti kamu harus percaya dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menentukan segala sesuatu/hal yang  akan terjadi pada makhluknya. Setiap manusia dasarnya diciptakan dengan ketentuan-ketentuan/nasib/takdir yang sudah diatur sejak zaman Azali. Iman kepada Qada dan Qadar berarti kita percaya akan takdir baik dan takdir buruk yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada qada dan qadar adalah :

  • Senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT, karena bagaimanapun juga Allah adalah sebaik-baiknya perencana.
  • Selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dengan lebih memahami pengertian rukun iman diatas. Kita dapat mengamalkan serta menjalankannya dengan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat,

Data Umat Beragama di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keanekaragaman, budaya, dan agama. Agama yang dianut di Indonesia sendiri beragam. Namun, secara resmi ada 6 agama yang diakui di Indonesia. Nah, ini dia data umat beragama di Indonesia berdasarkan wilayahnya.

Sumber : Website Kemenag, real time per per 04 02:20:51 Agustus 2022 Jam : 02.00.

Pulau Jawa

Terdiri dari 4 provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Serta 2 daerah khusus yakni DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut ini data umat beragama di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa :

DKI Jakarta

Total Penduduk : 11.011.862

Pemeluk Agama :

  • Islam : 9.213.730
  • Kristen :  945.089
  • Katolik : 432.086
  • Hindu : 20.216
  • Buddha : 399.005
  • Konghucu : 1.483
  • Kepercayaan : 253

Jawa Barat

Total Penduduk : 45.632.714

Pemeluk Agama :

  • Islam : 44.374.684
  • Kristen :  833.418
  • Katolik : 293.613
  • Hindu : 17.017
  • Buddha : 98.780
  • Konghucu : 11.688
  • Kepercayaan : 3.514

Jawa Tengah

Total Penduduk : 36.614.603

Pemeluk Agama :

  • Islam : 35.577.909
  • Kristen :  601.959
  • Katolik : 357.113
  • Hindu : 15.648
  • Buddha : 53.578
  • Konghucu : 1.540
  • Kepercayaan : 6.856

DI Yogyakarta

Total Penduduk : 3.645.487

Pemeluk Agama :

  • Islam : 3.382.421
  • Kristen :  89.020
  • Katolik : 166.964
  • Hindu : 3.419
  • Buddha : 3.155
  • Konghucu : 95
  • Kepercayaan : 413

Jawa Timur

Total Penduduk : 40.706.075

Pemeluk Agama :

  • Islam : 39.554.069
  • Kristen :  686.516
  • Katolik : 278.384
  • Hindu : 107.971
  • Buddha : 74.186
  • Konghucu : 2.302
  • Kepercayaan : 2.647

Banten

Total Penduduk : 10.868.810

Pemeluk Agama :

  • Islam : 10.296.096
  • Kristen :  286.723
  • Katolik : 134.829
  • Hindu : 8.292
  • Buddha : 136.183
  • Konghucu : 1.994
  • Kepercayaan : 4.693

Kepulauan Nusa Tenggara

Kepulauan Nusa Tenggara atau yang kerap disebut juga sebagai Kepulauan Sunda Kecil sendiri merupakan kumpulan pulau-pulau yang ada di sebelah timur Pulau Jawa mesin slot. Kepulauan Nusa Tengara ini dimulai dari Pulau Bali di sisi barat hingga ke Pulau Timor di sisi timur. Saat ini, Kepulauan Nusa Tenggara terdiri atas 3 provinsi. Yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nah, berikut ini data umat beragama di Indonesia, khususnya di 3 provinsi dalam Kepulauan Nusa Tenggara :

Bali

Total Penduduk : 4.236.983

Pemeluk Agama :

  • Islam : 425.981
  • Kristen :  65.962
  • Katolik : 33.352
  • Hindu : 3.682.484
  • Buddha : 28.635
  • Konghucu : 470
  • Kepercayaan : 99

Nusa Tenggara Barat

Total Penduduk : 5.287.577

Pemeluk Agama :

  • Islam : 5.118.846
  • Kristen :  13.534
  • Katolik : 9.819
  • Hindu : 128.600
  • Buddha : 16.654
  • Konghucu : 38
  • Kepercayaan : 86

Nusa Tenggara Timur

Total Penduduk :

Pemeluk Agama :

  • Islam : 511.281
  • Kristen :  1.962.768
  • Katolik : 2.906.404
  • Hindu : 6.030
  • Buddha : 448
  • Konghucu : 82
  • Kepercayaan : 39.405

Pulau Kalimantan

Kalimantan atau Borneo adalah pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini terbagi menjadi bagian dari 3 negara. Yakni Indonesia dengan porsi terbesar 73%, Negara Malaysia dengan porsi 26%, dan juga Negara Brunei Darussalam sebesar 1%. Untuk Pulau Kalimantan milik Indonesia sendiri terbagi menjadi 5 Provinsi yakni Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara.

Kalimantan Barat

Total Penduduk : 5.427.075

Pemeluk Agama :

  • Islam : 3.251.481
  • Kristen :  623.839
  • Katolik : 1.203.137
  • Hindu : 2.998
  • Buddha : 330.638
  • Konghucu : 13.093
  • Kepercayaan : 1.889

Kalimantan Tengah

Total Penduduk : 2.577.215

Pemeluk Agama :

  • Islam :  1.907.034
  • Kristen :  429.481
  • Katolik : 81.420
  • Hindu : 155.345
  • Buddha : 2.763
  • Konghucu : 194
  • Kepercayaan : 978

Kalimantan Selatan

Total Penduduk : 4.042.565

Pemeluk Agama :

  • Islam : 3.922.388
  • Kristen :  53.689
  • Katolik : 21.421
  • Hindu : 23.252
  • Buddha : 12.412
  • Konghucu : 258
  • Kepercayaan : 9.145

Kalimantan Timur

Total Penduduk :

Pemeluk Agama : 3.612.106

  • Islam : 3.155.252
  • Kristen :  275.706
  • Katolik : 156.595
  • Hindu : 8.311
  • Buddha : 15.535
  • Konghucu : 329
  • Kepercayaan : 378

Kalimantan Utara

Total Penduduk : 654.994

Pemeluk Agama :

  • Islam : 477.919
  • Kristen :  133.424
  • Katolik : 38.957
  • Hindu : 338
  • Buddha : 4.216
  • Konghucu : 137
  • Kepercayaan : 3

Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi sendiri terbagi menjadi 6 wilayah provinsi di Indonesia. Yakni Sulawesi Barat, Utara, Tengah, Selatan, Tenggara, dan Provinsi Gorontalo. Berikut ini data umat beragama di Indonesia, terutama di Wilayah Sulawesi :

Sulawesi Utara

Total Penduduk : 2.645.118

Pemeluk Agama :

  • Islam : 832.936
  • Kristen :  1.673.635
  • Katolik : 116.895
  • Hindu : 15.525
  • Buddha : 3.957
  • Konghucu : 464
  • Kepercayaan : 1.706

Sulawesi Tengah

Total Penduduk : 2.969.475

Pemeluk Agama :

  • Islam : 2.333.910
  • Kristen :  491.915
  • Katolik : 26.437
  • Hindu : 109.308
  • Buddha : 4.339
  • Konghucu : 52
  • Kepercayaan : 3.514

Sulawesi Selatan

Total Penduduk : 9.117.380

Pemeluk Agama :

  • Islam : 8.175.141
  • Kristen :  700.287
  • Katolik : 154.199
  • Hindu : 63.652
  • Buddha : 21.661
  • Konghucu : 91
  • Kepercayaan : 2.349

Sulawesi Tenggara

Total Penduduk : 2.632.939

Pemeluk Agama :

  • Islam : 2.519.582
  • Kristen :  44.900
  • Katolik : 16.070
  • Hindu : 50.065
  • Buddha : 2.188
  • Konghucu : 22
  • Kepercayaan : 112

Gorontalo

Total Penduduk : 1.181.531

Pemeluk Agama :

  • Islam : 1.157.969
  • Kristen :  17.489
  • Katolik : 1.049
  • Hindu : 4.018
  • Buddha : 977
  • Konghucu : 9
  • Kepercayaan : 20

Sulawesi Barat

Total Penduduk : 1.563.896

Pemeluk Agama :

  • Islam : 1.286.405
  • Kristen :  231.072
  • Katolik : 17.602
  • Hindu : 21.160
  • Buddha : 478
  • Konghucu : 32
  • Kepercayaan : 7.147

Kepulauan Maluku

Kepulauan yang terletak di lempeng Eurasia dan Pasifik ini terbagi menjadi 2 provinsi yakni Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara (yang merupakan daerah pemekaran dari Provinsi Maluku).

Maluku

Total Penduduk : 1.854.229

Pemeluk Agama :

  • Islam : 982.019
  • Kristen :  729.181
  • Katolik : 126.638
  • Hindu : 5.765
  • Buddha : 395
  • Konghucu : 75
  • Kepercayaan : 10.156

Maluku Utara

Total Penduduk : 1.314.849

Pemeluk Agama :

  • Islam : 985.460
  • Kristen :  322.498
  • Katolik : 6.470
  • Hindu : 121
  • Buddha : 150
  • Konghucu : 138
  • Kepercayaan : 12

Pulau Papua

Pulau Papua memiliki 2 provinsi yakni Papua dan Papua Barat. Berikut ini data umat beragama di Indonesia, khususnya Pulau Papua :

Papua Barat

Total Penduduk : 1.148.154

Pemeluk Agama :

  • Islam : 436.971
  • Kristen :  621.351
  • Katolik : 87.607
  • Hindu : 1.164
  • Buddha : 957
  • Konghucu : 29
  • Kepercayaan : 75

Papua

Total Penduduk : 4.346.593

Pemeluk Agama :

  • Islam : 664.575
  • Kristen :  3.000.104
  • Katolik : 669.185
  • Hindu : 3.341
  • Buddha : 2.355
  • Konghucu : 2.220
  • Kepercayaan : 4.813

Agama yang Dianut di 10 Negara ASEAN

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi ekonomi dan geopolitik yang anggotanya berasal dari negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. 

ASEAN terbentuk atas inisiasi dari para pendirinya dalam rangka menciptakan Kawasan di Asia Tenggara yang aman, stabil, damai, dan sejahtera. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar negara dalam wilayahnya.

Anggota ASEAN sendiri ada 10, yang terdiri dari negara pendiri yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sementara  itu, ada juga Brunei Darussalam (mulai bergabung semenjak 7 Januari 1984), Vietnam (mulai bergabung sejak 28 Juli 1995), Laos (mulai bergabung semenjak 23 Juli 1997), Myanmar (mulai bergabung 23 semenjak Juli 1997), dan Kamboja (mulai bergabung semenjak 30 April 1999).

Setiap negara ASEAN pastinya memiliki agama resminya masing-masing yang diakui di negaranya. Lalu, apa saja agama di ASEAN? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Indonesia

Agama di ASEAN yang akan kita bahas pertama adalah Indonesia. Tanah air kita, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ada belasan ribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Agama adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Nilai-nilai agama memiliki peranan yang sangat penting dan vital bagi masyarakat kita.

Ada 6 agama resmi yang diakui di Indonesia. Yakni Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Berikut ini datanya :

  • Islam : Agama mayoritas di Indonesia dengan persentase 86,93% dari total populasi. Atau sekitar 238,09 juta orang.
  • Kristen Protestan : Agama terbesar kedua di Indonesia, jumlah penganut sekitar 7,6% dari populasi (2018) atau sekitar 20.256.647 penduduk.
  • Katolik : Dianut oleh sekitar 3% an orang di Indonesia atau sekitar 8,43 juta penduduk.
  • Hindu : Dianut sekitar 4,67 juta jiwa (1,71%). Dengan mayoritas pemeluknya tinggal di Pulau Bali.
  • Buddha : Dianut oleh 2,03 juta jiwa penduduk atau sekitar 0,74% dari total populasi pada tahun 2021.
  • Konghucu : Dianut oleh sekitar 73.635 jiwa orang (0,03%) pada perkiraan tahun 2021. 

Malaysia

Agama di ASEAN yang akan kita bahas selanjutnya adalah Negara Malaysia. Malaysia sendiri merupakan negara federal yang terdiri atas 13 negara bagian dan 3 wilayah federal di Asia Tenggara. Luasnya sendiri sekitar 330.803 kilometer persegi. Ibu Kota Malaysia sendiri ada di Kuala Lumpur, sementara Pusat Pemerintahan Federalnya berada di Putrajaya. Per tahun 2020 kemarin, berdasarkan data sensusnya Malaysia memiliki sekitar 32.730.000 penduduk.

Persentase Pemeluk Agama di Malaysia (Berdasarkan Sensus Tahun 2010):

  • Islam (61.32%) : Agama mayoritas di Malaysia yang dianut oleh masyarakat Malaysia.
  • Buddha (19.84%) : Buddha adalah agama terbesar kedua yang dianut oleh Warga Malaysia.
  • Kristen (9.24%)
  • Hindu (6.27%)
  • Konghucu/Taoisme (1.26%)
  • Tidak Beragama (0.71%)
  • Agama Lainnya (0.39%)
  • Tidak Diketahui (0.97%)

Singapura

Singapura atau Republik Singapura merupakan negara pulau yang berada di ujung selatan Semenanjung Malaka. Merupakan negara maju yang menjadi pusat keuangan terdepan nomor tiga di dunia. Singapura sendiri juga merupakan kota cosmopolitan yang memegang peran penting dalam perdagangan dan masalah keuangan internasional.

Berdasarkan sensus tahun 2020, berikut ini data pemeluk agama di Singapura :

  • Buddha : 31.1%, merupakan agama mayoritas di Singapura dengan jumlah penganut terbanyak.
  • Tanpa agama : 20.0%
  • Kristen : 18.9%
  • Islam : 15.6%
  • Taoisme : 8.8%
  • Hindu : 5.0%
  • Lainnya : 0.6%

Filipina

Filipina atau Republik Filipina merupakan negara kepulauan yang berada di Lingkar Pasifik Barat. Filipina ini terdiri atas 7.641 pulau. Total luas daratannya, diperkirakan mencapai 343.448 km persegi.

Mayoritas orang di Filipina beragama Kristen. Berikut ini data Agama di ASEAN Filipina berdasarkan pada sensus tahun 2015 :

  • Katolik Roma dianut oleh sekitar80.304.060 jiwa penganut. Atau 88.66% Kristen. Terdiri dari 79.53% Katolik dan 9.13% Protestan
  • Agama Islam dianut oleh sekitar 6.064.740 jiwa orang
  • Penganut kepercayaan Iglesia Ni Cristo : ada sekitar 2.664.500 jiwa penganut
  • Kepercayaan Evangelis (Dewan Gereja Injili Filipina) : 2.445.110 jiwa penganut
  • Agama lain : 1.839.940 jiwa orang
  • Penganut Dewan Gereja Nasional (di Filipina) : 1.146.950 jiwa penganut
  • Penganut Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh : 791.550 jiwa penduduk
  • Penganut Gereja Independen Filipina ada sekitar 756.230 jiwa orang
  • Penganut Gereja Baptis Alkitab ada sekitar : 553.790 jiwa penduduk
  • Penganut Misi Baptis Tanah Tinggi : ada sekitar 71.000 jiwa orang

Thailand

Thailand atau Muangthai adalah salah satu negara pendiri ASEAN. Thailand sendiri merupakan negara berbentuk kerajaan dengan sistem pemerintahan Monarki Konstitusional. Raja di Thailand akan memegang kedudukan tertinggi dalam pemerintahannya. Secara umum, tidak ada agama resmi di Thailand, pemerintah memberikan kebebasan beragama pada seluruh warganya. Namun, raja yang disahkan (secara hukum) harus menganut Agama Buddha Theravada. Agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Thailand sendiri adalah Buddha.

Persentase Agama di Thailand (Sensus Tahun 2018) :

  • Buddha : 93.46%
  • Islam : 5.37%
  • Kristen : 1.13%
  • Dan lain sebagainya

Brunei Darussalam

Islam merupakan agama nasional di Brunei Darussalam. Meskipun begitu, kebebasan Beragama di Brunei Darussalam sendiri sangatlah terjamin. Berdasarkan sensus tahun 2016, berikut ini persentase pemeluk agama di Brunei Darussalam.

  • Islam : 80.9%
  • Buddha : 7%
  • Kristen : 7.1%
  • Lainnya : 5%

Vietnam

Berdasarkan data sensus di Vietnam pada tahun 2014, berikut ini persentase jumlah penganut agama di Vietnam :

  • Tak beragama atau kepercayaan asli (sekitar 73.2%)
  • Penganut Buddhisme (12.2%)
  • Penganut Agama Kristen Katolik (6.8%)
  • Kepercayaan Caodaisme (4.8%)
  • Kepercayaan Protestantisme (1.5%)
  • Kepercayaan Hoahaoisme (1.4%)
  • Lain-lain (0.1%)

Laos

Laos sendiri adalah Negara Republik yang dikelilingi oleh daratan dan berada di bagian utara Semenanjung Indochina. Laos adalah satu-satunya negara anggota ASEAN yang tidak memiliki laut atau pantai, karena semua batas wilayah negaranya diapit oleh daratan negara lainnya.

Berdasarkan data sensus penduduk di tahun 2019 (dari 7.105.358 penduduk Laos), berikut ini persentase penganut agamanya :

  • Buddha : 4.601.535 jiwa (60.50%)
  • Kristen : dianut oleh sekitar 708.585 jiwa (8.80%)
  • Tanpa Agama/Satsana Phi : 30%
  • Agama Lainnya : 1.20%

Myanmar

Myanmar atau Burma sendiri adalah negara multi-agama, tidak ada agama resmi di negara ini. Namun, Pemerintah Myanmar sendiri memberikan preferensi untuk menganut agama Buddha Theravada yang merupakan agama mayoritas bangsa.

Persentase penganut agama di Myanmar :

  • Buddhisme (88,8%)
  • Kristen (6,2%)
  • Agama Islam (4,2%)
  • Hindu (0,5%)
  • Agama Suku (0,8%)
  • Agama Lain (0,2%)
  • Tidak religius (0,1%)

Kamboja

Agama resmi yang dianut oleh mayoritas penduduk di Kamboja sendiri adalah Agama Buddha. Berdasarkan sensus tahun 2010, berikut ini persentase penganut agama di Kamboja :       

  • 97.0% Buddha (resmi)
  • 2.0% Islam
  • 0.5% Agama rakyat
  • 0.4% Kekristenan
  • 0.1% Tak beragama

Sekian pembahasan mengenai Agama di ASEAN. Semoga artikel diatas bermanfaat ya.

Hari Besar Agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu

Hari besar agama sendiri merupakan sebuah hari khusus yang diistimewakan dan diperingati oleh umat (pemeluk agama) tertentu. Hari tersebut biasanya merupakan hari dimana terjadi peristiwa yang penting dalam sejarah agama tersebut.

Adanya hari besar keagamaan ini tentunya akan semakin meningkatkan kesadaran, makna, dan juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan agama atau kepercayaan yang dianut oleh seseorang. Ketika hari tersebut tiba, maka tanggal tersebut biasanya akan jadi “tanggal merah” alias hari libur. Sehingga, para umat yang merayakan hari tersebut bisa lebih khusyuk dan tak terganggu dengan aktivitas lain seperti bersekolah ataupun bekerja.

Tiap agama atau kepercayaan biasanya memiliki hari besarnya masing-masing. Untuk umat Islam sendiri hari besarnya antara lain adalah hari Idul Adha, Hari Idul Fitri, Tahun Baru Hijriah, Isra Mi’raj, dan Maulid Nabi.

Nah, ini dia beberapa hari besar bagi agama 5 lainnya yang ada di Indonesia (Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) : 

Hari Besar Agama Kristen

  • Pentakosta : merupakan salah satu hari keagamaan dalam Kristen. Pentakosta dimulai setelah hari raya paskah sampai dengan hari ke-50. Ibadah ini ditandai dengan penyalaan lilin selama 50 hari, atau setidaknya per hari minggu dalam kurun waktu tersebut. Gereja Kristen merayakan Pentakosta ini untuk mengingat waktu turunnya Roh Kudus pada murid Yesus di Yerusalem. Selama hari Pentakosta ini, puasa tidak diperbolehkan. Doa diucapkan dengan posisi berdiri dan Haleluya akan lebih banyak dinyanyikan.
  • Paskah : hari perayaan paskah dimeriahkan dengan makan telur. Telur-telur pun banyak yang dicat atau diwarnai. Anak-anak juga mencari kelinci-kelinci atau telur yang disembunyikan dalam kebun atau kandang.
  • Jumat Agung : merupakan hari untuk memperingati kematian Yesus Kristus.
  • Natal : Natal dirayakan setiap tanggal 25 pada bulan Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Ketika perayaan natal datang, beberapa tradisi juga mulai dilakukan. Seperti mengirim kartu ucapan natal, acara tukar kado, menghias pohon natal, dan lain sebagainya. Natal juga identik dengan sosok Sinterklas atau Santa Claus.

Hari Besar Agama Katolik

  • Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah : Dirayakan setiap tanggal 1 Januari tiap tahunnya. Merupakan pesta perayaan Keibuan Maria terhadap Yesus Kristus. Semua Gereja Katolik merayakan hari satu ini. Hari ini sendiri pertama kali ditetapkan oleh oleh Paus Pius XI pada tanggal 25 Desember 1931.
  • Hari Raya Epifani : diperingati setiap tanggal 6 Januari. Kata “Epifani” sendiri berasal dari kata “epiphaneia” Bahasa Yunani yang memiliki arti “penampakan yang mencolok”.
  • Trihara Suci Paskah : hari besar agama Katolik yang selanjutnya adalah Trihara Suci Paskah. Proses perayaan hari keagamaan Katolik ini dimulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, dan Jumat Agung hingga Perayaan Paskah. Pada rabu abu, umat katolik akan berpuasa selama 24 jam. Di hari Kamis Putih ini, para penganut agama katolik akan melakukan perjamuan terakhir. Sebelum memasuki hari paskah. Ada juga tradisi untuk membasuh kaki. Jumat Agung sendiri diperingati sebagai hari kematian Yesus di Kayu Salib. Hari Raya Paskah sendiri dirayakan setelah 3 hari kematian Yesus.
  • Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus : dikenal juga sebagai Kamis Kudus. Hari yang digunakan untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga. Dirayakan tepat 40 hari setelah kebangkitan Yesus pada hari Paskah. Hari ini biasanya akan jatuh di hari Kamis pada bulan Mei.
  • Hari Raya Katolik Santo Petrus dan Paulus : dirayakan setiap tanggal 29 Juni setiap tahunnya. Tujuanya adalah untuk memperingati dan menghormati martirnya para rasul (Petrus dan Paulus di Roma). Hari ini sendiri lebih banyak dirayakan oleh Gereja-gereja Timur dan Gereja Katolik Roma (melalui suatu tradisi yang dinamakan Bizantium).
  • Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga : dirayakan setiap tanggal 15 Agustus.
  • Hari Raya Semua Orang Kudus : disebut juga sebagai All Saints’ Day. Dirayakan tiap tanggal 1 November setiap tahunnya.
  • Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda : dirayakan setiap tanggal 8 Desember setiap tahunnya.
  • Hari Raya Natal : dirayakan setiap tanggal 25 Desember.

Hari Besar Agama Hindu (berdasarkan kalender Bali)

  • Hari Raya Galungan : dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap 210 hari sekali. Perhitungannya sendiri didasarkan pada Kalender Bali. Yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan. Beberapa rangkaian peringatan hari Galungan di Bali adalah : Hari Penyekeban, Sugihan Jawa, Tumpek Wariga, Sugihan Bali, Hari Penyajaan, Hari Umanis Galungan, Hari Raya Galungan, Hari Pemaridan Guru, Hari Penampahan, Ulihan, Hari Pemacekan agung, Hari Raya Kuningan dan Hari Pegat Wakan.
  • Hari Raya Kuningan : diperingati setiap Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Kuningan. Dilaksanakan setiap 210 hari menurut perhitungan Kalender Bali. Pada perayaan Kuningan ini, umat Hindu yang ada di Bali akan membuat nasi kuning (sebagai lambang kemakmuran).
  • Hari Raya Saraswati : merupakan hari dimana umat Hindu akan melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati. Dewi Saraswati sendiri merupakan Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni. Hari raya ini juga diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.
  • Hari Raya Hindu Banyu Pinaruh : dilakukan setelah Hari Raya Saraswati. Atau tepatnya pada Saniscara Umanis Watugunung. Bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri.
  • Hari Raya Pagerwesi : hari ini diperingati setiap Rabu Kliwon wuku Sinta untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Hari Besar Agama Buddha

  • Waisak : hari besar Buddha dimana umatnya memperingati 3 peristiwa besar. Yakni Kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian sempurna Pertapa Gautama, dan wafatnya. Di India, hari raya Waisak ini dikenal dengan nama Visakah Puja.
  • Kathina : pada hari raya ini, umat Buddha akan memberikan persembahan berupa jubah Kathina, mendanai kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan juga perkembangan & kemajuan agama Buddha.
  • Asadha (Asadha Puja) : diperingati 2 bulan seusai Waisak.
  • Magha Puja

Hari Besar Agama Kong Hu Cu

  • Imlek : merupakan salah satu hari terpenting bagi umat Konghucu. Perayaannya dilakukan selama 15 hari pada bulan pertama kalender China. 1 hari sebelum/saat Imlek sampai 14 hari selanjutnya. Dalam perayaan imlek ini, para penganut Konghucu akan melakukan ibadah pemujaan, sembahyang untuk leluhur, dan melakukan berbagai tradisi lainnya.
  • Cap Go Meh : diperingati pada akhir perayaan imlek atau tepat di hari ke-15 pada kalender China. Saat perayaan hari, umat Kong Hu Cu akan melakukan ibadah di Klenteng dan mengadakan pertunjukan barongsai yang juga menjadi ikon perayaan hari ini.
  • Twan Yang  atau “Hari Raya Peh Cun” : diperingati ketika posisi matahari, bumi dan bulan membentuk sudut 90 derajat. Biasanya hari ini jatuh pada tanggal 5 bulan ke 5 kalender China.
  • Hari Tangcik : upacara Konghucu yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa pada puncak musim dingin (21 & 22 Desember).

Hari-Hari Besar yang Dirayakan oleh Umat Islam di Seluruh Dunia

Setiap agama atau kepercayaan pastinya memiliki hari besarnya sendiri-sendiri, bukan? Hari besar tersebut terkait dengan peristiwa penting dalam agama mereka. Salah satunya adalah Agama Islam. Islam merupakan agama mayoritas penduduk di Indonesia. Dianut oleh sekitar 87%-an masyarakatnya atau jumlahnya sekitar 230-an juta penduduk. Islam sendiri memiliki banyak hari besar yang dirayakan setiap tahunnya. Ini dia beberapa hari besar dalam agama Islam :

Tahun Baru Hijriah

Merupakan salah satu hari besar Islam yang dirayakan oleh semua umat muslim di dunia, tak terkecuali Indonesia.  Sistem penanggalan tahun Islam sendiri didasarkan pada revolusi bulan terhadap bumi dan matahari. Karena itulah, kalender hijriah kerap disebut sebagai kalender bulan atau kalender Qomariah.

Dalam kalender hijriah ini, durasi 1 tahun dihitung berdasarkan 12 siklus sinodis bulan atau 12 fase ketiga hilal bulan mulai tampak. Untuk sistemnya sendiri, dimulai dari Ahad hingga Sabtu. Diawali dengan Bulan Muharram hingga Zulhijah.

Penetapan Kalender Hijriah sendiri pada awalnya dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab atau tepat 17 tahun setelah Rasulullah SAW hijrah dari Kota Mekah ke Madinah. Permulaan tahun dimulai pada masa hijrahnya Rasulullah SAW. Sementara itu, permulaan tahunnya didasarkan pada sistem yang telah digunakan oleh masyarakat Arab menurut perhitungan Qomariah. Yakni saat Bulan Muharram.

Saat ini, umat muslim telah memasuki tahun 1443 Hijriah. Di 2022 sendiri, tahun baru Hijriah (1 Muharram 1444) akan jatuh pada tanggal 30 Juli 2022.

Isra’ Mi’raj

Dalam Bahasa Arab, kata “Isra” sendiri memiliki makna perjalanan malam hari. Sedangkan, kata “Mi’raj” bermakna kenaikan. Isra Mi’raj sendiri merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian menuju ke Sidratul Muntaha.

Bagi umat muslim, peristiwa Isra Mi’raj ini merupakan peristiwa agung yang sangat penting. Dalam perjalanan Isra Mi’Raj ini Nabi Muhammad menuju ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat dari Allah SWT. Peristiwa penting ini terjadi pada suatu malam di tanggal 27 Rajab.

Sebenarnya, Isra dan Miraj sendiri merupakan dua peristiwa berbeda. Namun, karena kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan maka akhirnya disebut sebagai Isra Mi’raj. Isra adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju ke Masjidil Aqsa yang ada di Yerusalem. Mi’raj sendiri merupakan perjalanan Nabi Muhammad menuju ke Sidratul Muntaha yang merupakan langit ketujuh. Kedua perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu semalam.

Peristiwa ini disebut sebagai titik awal diwajibkannya shalat 5 waktu bagi seluruh umat muslim. Para ulama pun sepakat bahwa Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-8 kenabian Nabi Muhammad SAW. Karena itulah tanggal 27 Rajab diperingati sebagai hari Isra Mi’raj. Di tahun 2022 ini, hari besar Agama Islam Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 28 Februari 2022.

Maulid Nabi

Hari besar agama Islam yang selanjutnya adalah Maulid Nabi. Maulid Nabi sendiri merupakan peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW yang bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah dalam Kalender Hijriah.

Seperti yang dilansir dari detik.com, tahun gajah sendiri terjadi pada sekitar 53 tahun lalu sebelum Hijriah (-53). Apabila dikonversi dalam penanggalan Masehi. Maka, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 5 Mei 570.

Maulid Nabi ini selalu dirayakan oleh setiap umat muslim di dunia setiap tahunnya. Nah, di tahun 2022 ini Maulid Nabi akan dimulai pada Malam Jumat, 7 Oktober hingga malam Sabtu, 8 Oktober 2022.

Idul Adha

Hari besar Agama Islam yang selanjutnya adalah Idul Adha. Idul Adha sendiri merupakan salah satu tanggal penting dalam Kalender Islam. Puncaknya sendiri ditandai dengan ibadah Haji Mekkah di Arab Saudi.

Perayaan Hari Idul Adha sendiri ditujukan untuk memperingati kepatuhan Nabi Ibrahim AS terhadap perintah Allah. Saat itu, Nabi Ibrahim AS mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya (Nabi Ismail AS). Karena kepatuhan dan ketaatannya terhadap perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim pun menjalankannya. Namun, pada saat itu Allah SWT menggantinya dengan seekor domba.

Karena itulah, Allah SWT kemudian memerintahkan seluruh umat muslim untuk menyembelih hewan kurban setiap tahunnya di hari Idul Adha. Idul Adha sendiri diperingati pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Di tahun 2022 ini, hari Idul Adha telah dilaksanakan pada Sabtu, 9 Juli hingga Minggu, 10 Juli 2022 kemarin.

Sebelum merayakan hari ini, umat muslim juga menjalankan puasa sunah yakni puasa Arafah atau Tarwiyah. Di hari Idul Adha sendiri, umat muslim juga akan menjalankan ibadah Sholat Idul Adha (Sholat Id). Setelah pelaksanaan sholat selesai. Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses penyembelihan hewan kurban dan membagikannya pada masyarakat sekitar.

Idul Fitri

Hari besar Agama Islam kelima adalah Idul Fitri. Merupakan hari keagamaan Islam yang terbesar di Indonesia. Disebut juga sebagai hari raya Islam atau hari lebaran. Idul fitri merupakan hari kemenangan untuk seluruh umat muslim yang ada di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Sebelumnya, umat muslim akan menjalankan puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh. Selain berpuasa, di bulan Ramadhan umat muslim juga akan menjalankan sholat sunah tarawih secara berjamaah di masjid. Setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Akan dilaksanakannya ibadah sholat Id yang dilakukan secara berjamaah,

Momen hari raya sendiri kerap dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atau keberhasilan umat muslim melawan hawa nafsu selama 1 bulan penuh. Momen ini juga menjadi hari besar Agama Islam yang paling ditunggu-tunggu.

Di hari raya lebaran ini, semua sanak, saudara, keluarga akan berkumpul, saling bermaaf-maafan, dan saling bersilaturahmi.

Nuzulul Qur’an

Hari besar agama Islam yang keenam adalah hari Nuzulul Qur’an. Merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an merupakan kitab suci dalam Agama Islam yang dijadikan sebagai tuntutan dan pedoman bagi seluruh umat muslim di dunia.

Berdasarkan sejarah, Al-Qur’an tidak langsung turun sekaligus. Melainkan, turun secara bertahap dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Surat ini sendiri merupakan tanda awal kenabian Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an sendiri pertama kali turun pada malam 17 Ramadhan 610 di Gua Hira. Karena itulah, Nuzulul Qur’an selalu diperingati pada tanggal 17 Ramadhan. Malam Nuzulul Qur’an sendiri disebut sebagai malam yang penuh berkah karena menjadi malam turunnya Al-Qur’an. Karena itulah, umat muslim selalu merayakan malam ini setiap tahunnya.

Nah, itulah beberapa hari besar Agama Islam yang dapat kita bahas kali ini. Hari-hari tersebut selalu dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Semoga bermanfaat.

6 Agama Resmi yang Diakui di Indonesia

Agama resmi di Indonesia – Agama adalah tata kaidah yang tak pernah lepas dari kegiatan spiritual seseorang. Agama juga merupakan suatu ajaran yang menghubungkan antara individu dengan Tuhan yang disembahnya. Agama sendiri juga dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di Indonesia sendiri, agama ini telah menjadi aspek yang sangat penting dalam hidup masyarakat. Bahkan, agama yang dianut seseorang ini nantinya juga akan ditulis dalam Kartu Identitas (KTP). Nah, ada 6 agama resmi di Indonesia yang diakui, yakni :

6 Agama Resmi di Indonesia

Islam

Merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk di Indonesia. Tempat ibadahnya adalah Masjid dan kitab sucinya adalah Al-Qur’an. Persentase pemeluk agama Islam di Indonesia sendiri mencapai 86,93% lho. Dengan 238,09 juta orang. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemeluk agama Islam terbesar di dunia.

Namun, tak seperti Qatar dan Arab Saudi. Meskipun Islam adalah agama mayoritas di sini, Indonesia bukanlah negara yang menerapkan hukum Islam (asas Islam) sepenuhnya. Walaupun begitu, nafas-nafas dan ketentuan dalam Agama Islam sangatlah kental penerapannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama di kehidupan para pemeluknya.

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penyelenggaraan haji dan umroh di negara Indonesia, perbankan syariah, pengadilan agama, dan ada banyak undang-undang tentang perkawinan, penyelenggaraan zakat, dan masih banyak lagi.

Kebanyakan para pemeluk agama Islam tinggal di wilayah barat Indonesia, seperti di Pulau Jawa, Sumatera, hingga ke pesisir Kalimantan. Islam diyakini mulai masuk di Indonesia pada sekitar abad ke-7 atau 8 Masehi melalui para Pedagang Arab dan Persia yang pergi untuk berniaga di Indonesia.

Kristen Protestan

Agama resmi di Indonesia kedua yang diakui adalah agama Kristen Protestan. Tempat peribadatan agama ini adalah di gereja. Dilansir dari Indonesia.go.id, agama Kristen Protestan adalah denominasi dari agama Kristen yang muncul setelah protes Marthin Luther di tahun 1517.

Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia dan berdasarkan data sensus penduduk tahun 2018 dari  BPS dan Kementerian Agama. Tercatat ada sekitar 7,6% penduduk Indonesia yang memeluk agama Kristen Protestan ini. Atau ada sekitar 20.256.647 penduduk.

Sebagian besar pemeluk agama Kristen di Indonesia tinggal di Tanah Batak, Minahasa, Sangir, Mamasa, Poso, Toraja, Taneh Karo, Nias, Mentawai, Kepulauan Maluku, pedalaman Kalimantan, dan Papua. Kristen sendiri diperkirakan muncul sekitar 2000 tahun yang lalu oleh pengaruh ajaran Calvinisme dan Lutheran di Belanda pada abad ke-16.

Kedatangan para misionaris di Eropa ke beberapa daerah yang ada di Indonesia menjadi tanda perkembangan agama Kristen di tanah air. Kitab sucinya adalah Al Kitab. Al Kitab ini terdiri atas 66 bagian yang terbagi menjadi 2 lagi. Yakni 39 perjanjian lama dan 27 perjanjian baru. hari ibadah wajib bagi para pemilik agama ini adalah Hari Minggu.

Hari-hari besar dalam agama ini adalah hari Natal, Pentakosta, Kenaikan Isa Almasih, Paskah, dan Wafatnya Isa Al Masih.

Kristen Katolik

Agama resmi di Indonesia ketiga adalah agama Katolik. Penyebaran agama Kristen Katolik (Katolik) di Indonesia sendiri dimulai dari kedatangan Bangsa Portugis di Kepulauan Maluku. Karena itulah, orang Maluku adalah pemeluk agama Katolik pertama di Indonesia.

Pada awalnya, kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia adalah untuk mencari rempah-rempah. Namun, dalam perkembangannya pada akhirnya juga mulai menyebarkan agama Katolik. Tahun 1546 pelopor Misionaris yakni Kristen Fransiskus Xaverius mulai tiba di Kepulauan Maluku dan mengajak ribuan penduduk setempat menjadi penganut agama Katolik.

Pemeluk agama katolik di Indonesia sendiri mencapai 3%-an orang atau sekitar 7 jutaan orang. Hal inilah yang membuat Katolik menjadi agama terbesar ketiga di Indonesia setelah Islam dan Kristen.

Al Kitab dalam ajaran Katolik sendiri memiliki 73 bagian yakni 46 bagian Perjanjian Lama dan 27 bagian Perjanjian Baru. Aktivitas peribadatan agama Katolik sendiri adalah Doa Novena, Misa, dan Doa Lingkungan. Hari besarnya antara lain adalah Natal, kenaikan Isa Almasih, Trihara Suci Paskah, dan hari raya Santa Perawan Maria.

Hindu

Agama resmi di Indonesia yang keempat adalah agama Hindu. Hindu adalah agama tertua di dunia. Di tanah air sendiri, Hindu juga merupakan agama dengan sejarah terpanjang. Kitab suci agama Hindu sendiri adalah Veda atau Weda. Salah satu daerah di Indonesia yang masyarakatnya memeluk agama Hindu adalah Bali (86,91%).

Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, jumlah penganut agama Hindu sendiri sekitar 1,68% dari total populasi di Indonesia. Jaringan perdagangan Cina – India pada abad ke-4 diyakini menjadi awal mula penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kemunculan negara-negara seperti Kutai Kartanegara dan Kerajaan Tarumanegara juga menjadi awal mula kemunculan agama Hindu di Indonesia.

Beberapa ibadah yang dilakukan oleh penganut agama Hindu adalah Tirtayatra, Berjapa, Surya Sewana, dan Sembahyang. Hari-hari besar dalam agama Hindu sendiri adalah Kuningan, Nyepi, dan Galungan. Candi Prambanan yang ada di Jawa Tengah menjadi candi Hindu terbesar di Indonesia.

Buddha

Agama resmi di Indonesia kelima adalah agama Buddha. Agama Buddha juga merupakan salah satu agama tertua yang ada di Indonesia. Kitab sucinya adalah Tripitaka dan tempat peribadatannya ada di Vihara. Ada banyak sekali prasasti dan peninggalan Buddha di Indonesia. Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar di Indonesia.

Awalnya, agama Buddha diyakini dibawa oleh pengelana Fa Hsein dari China. Setelahnya, pada abad ke-7 salah satu kerajaan Buddha terbesar di Indonesia mulai berkembang. Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Sriwijaya. Sriwijaya kemudian menjadi pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara. Penganut agama Buddha di Indonesia sekitar 0,7% atau sekitar 1,7 juta orang.

Konghucu

Agama resmi di Indonesia yang terakhir adalah agama Konghucu. Awal mula penyebaran agama Konghucu sendiri adalah melalui orang-orang Tiongkok yang merantau di Indonesia. Penganut agama Hindu di Indonesia diperkirakan mencapai 0,05%.

Orang-Orang Konghucu akan beribadah di Klenteng dan Lithang. Kitab sucinya adalah Kitab Si Shu dan kitab Wu Jing. Beberapa hari besar yang diperingati oleh agama ini adalah tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan Cheng Beng.

Kesimpulan

Itulah pembahasan seputar 6 agama resmi di Indonesia yang telah diakui. Agama tersebut adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Indonesia sendiri adalah negara demokratis yang menjamin kebebasan beragama setiap warga negaranya.

Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar yakni Pasal 28E ayat 1. Di Indonesia, agama juga merupakan salah satu aspek penting yang tak pernah lepas dari kehidupan masyarakatnya. Di hari-hari khusus (Tanggal Merah) dalam kalender sendiri ada banyak sekali hari peringatan keagamaan.

Kegiatan keberagamaan sendiri juga tertuang pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, “Ketuhanan yang Maha Esa”

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Islam adalah agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di dunia, setelah Kristen. Di Indonesia sendiri, Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh sebagian besar penduduknya. Pemeluk Agama Islam di Indonesia sendiri mencapai 86,93 % atau sekitar 239,09 juta jiwa penduduk (berdasarkan data sensus per Desember 2021).

Meskipun Indonesia tak menerapkan Hukum Islam secara menyeluruh dalam pemerintahannya. Namun, hukum-hukum Islam sendiri banyak diterapkan. Hal ini sendiri dapat tercermin dari kebiasaan & perilaku masyarakat dan sejumlah regulasi tentang perkawinan, pengadilan agama, wakaf & zakat, penyelenggaraan haji & umroh, perbankan syariah, dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai Islam masa kini di Indonesia tentu saja tak lepas dari Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia. Mari kita bahas secara singkat dalam artikel berikut ini!

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Sejarah penyebaran Agama Islam Menurut Beberapa Catatan

Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, menurut Thomas Walker Arnold yang merupakan seorang orientalis dan sejarawan seni rupa Islam asal Inggris. Sulit untuk menentukan masa tepat Islam masuk ke Indonesia. Namun, waktu masuknya Islam di Nusantara sediri diperkirakan sudah ada semenjak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Hanya saja perkembangan dakwahnya baru dimulai pada abad ke-11 dan ke-12.

Lalu, tempat manakah di Indonesia yang pertama kali dimasuki Agama Islam? Para sejarawan sendiri memiliki beberapa pendapat mengenai tempat asal kedatangan Islam di Indonesia.

Ahmad Mansur Suryanegara sendiri mengikhtisarkan masuknya Islam di Indonesia dengan 3 teori besar, yakni :

  • Teori Gujarat.  Dalam teori ini, Islam di Indonesia awalnya dipercayai datang dari wilayah Gujarat, India berkat para pedagang India muslim (di abad ke-13). 
  • Teori Makkah. Dalam teori ini, Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah. Hal ini sendiri berkat jasa para pedagang Arab Muslim di sekitar abad ke-7.
  • Teori Persia. Dalam Teori Persia ini, Islam pertama kali tiba di Indonesia melalui peran para pedagang dari Persia. Para pedagang Persia tersebut dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum sampai ke Indonesia pada awal abad ke-13.

Selain itu berdasarkan pandangan lainnya yakni dari AH Johns dan SQ Fatimi, Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia sendiri karena pengaruh iman-iman Sufi yang cakap dalam soal kebatinan. Iman-iman Sufi tersebut bersedia menggunakan serta memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan pra Islam dan mengisinya dengan semangat Islami.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia di Beberapa Daerah di Indonesia

Sulawesi, di pulau ini Islam diyakini menyebar lewat hubungan antara kerajaan-kerajaan setempat dengan para Ulama (dari Mekkah dan Madinah). Ulama tersebut sebelumnya juga sempat singgah di Hadramaut untuk kemudian menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok Indonesia.

Pengaruh para Ulama Minang di Wilayah Selatan Sulawesi sendiri juga membuat beberapa kesultanan di daerah tersebut memeluk Agama Islam. Seperti Kesultanan Gowa dan Kesultanan Bone.

Kesultanan Ternate yang ada di Maluku Utara juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarkan Agama Islam di daerah Sulawesi Utara & Tengah. Salah satu bukti nyatanya adalah adanya salah satu Kerajaan Islam paling berpengaruh di sepanjang Semenanjung Utara Sulawesi hingga ke Sulawesi bagian Timur dan Tengah. Kerajaan tersebut adalah Kesultanan Gorontalo.

Di Papua sendiri, Kesultanan Tidore yang menguasai area Papua sejak abad ke-17 juga berhasil melakukan upaya penyebaran Agama Islam hingga mencapai Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tepatnya di Semenanjung Onin.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia juga tak lepas dari pengaruh para ulama dan juga kerajaan-kerajaan di masa itu.

Pada masa pemerintahan pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, pada tahun 30 Hijriah (651 Masehi) beliau mengutus Muawiyah bin Abu Sufyan untuk datang ke Tanah Jawa tepatnya ke Jepara (dulu namanya adalah Kalingga). Hasil dari kunjungan ini dapat membawa Raja Jay Sima yang merupakan Putra Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga masuk Islam.

Nah, salah satu bukti yang memperkuat bahwa Islam di Indonesia sudah mulai muncul di awal periode adalah dengan adanya Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M) di Gresik.

Para pedagang Islam sendiri menyebarkan Agama Islam dengan dakwah yang dilakukan dengan kecerdasan dan menggunakan harta perdagangan mereka sebagai modal utama. Pendekatan yang baik dan mudah diterima oleh masyarakat inilah yang pada akhirnya membuat penyebaran Agama Islam cukup cepat di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia pada Masa Kolonial

Di tahun 1601, Kerajaan Hindia Belanda mulai datang ke Indonesia. Pada awalnya, tujuannya adalah untuk berdagang namun akhirnya mereka menjadi penjajah. Pada masa kolonial ini, proses penyebaran dakwah menjadi terhambat.

Sata para penjajah mulai datang, para ulama mulai mengubah pesantren menjadi markas perjuangan. Para santri menjadi para pejuang yang tak gentar menghadapi penjajah dan para ulama menjadi panglima perang.

Pengaruh Islam di Indonesia

Islam masa kini di Indonesia tentu saja tak lepas dari Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia pada masa-masa awal. Saat ini, Islam menjadi agama mayoritas Penduduk Indonesia. Islam adalah salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia.

Setiap nilai-nilai Islam selalu diberlakukan di tengah-tengah masyarakat kita. Baik dari segi bersosial, bermasyarakat, pendidikan, dan sektor-sektor lainnya yang cakupannya sangatlah luas.

Dari segi bahasa dan adat istiadat. Islam sampai di Indonesia sejak abad ke-7, bekrembang mulai dari abad ke-12. Nah, di masa-masa ini kata serapan sistem, aksara Jawi dan aksara daerah mulai tercipta (hal yang sebelumnya belum ada).  Bahasa Melayu juga berpadu mengembangkan kebudayaan Islam di jazirah ini. Agama Islam, lewat Bahasa Arab juga mampu mempengaruhi perkembangan bahasa daerah di Indonesia. Seperti Bahasa Jawa, Bahasa Bima, Bahasa Sunda Bahasa Lampung, Bahasa Bugis, dan Bahasa Sasak.

Arsitektur. Dari segi arsitektur, Agama Islam juga mampu mempengaruhi beberapa gaya arsitektur bangunan di Indonesia. Salah satu contohnya adalah arsitektur Rumah Betawi yang bentuknya banyak dipengaruhi oleh corak Islam.

Setelah Islam mulai semakin berkembang. Dibangunlah banyak masjid, pesantren, dan bahkan ada juga partai politik yang berasaskan Islam.

Jumlah Penganut Islam di Beberapa Daerah di Indonesia

  • Aceh (98.2%) : 4.413.244
  • Sumatera Utara (60.4%) : 8.579.830
  • Sumatera Barat (97.4%) : 4.721.924
  • Riau (88%) : 4.872.873
  • Jambi (95.4%) : 2.950.195
  • Sumatera Selatan (96.9%) : 7.218.951
  • Bengkulu (97.3%) : 1.669.081
  • Lampung (95.5%) : 7.264.783
  • Bangka Belitung (89%) : 1.088.791
  • Kepulauan Riau (77,5%) : 1.332.201
  • DKI Jakarta (83.4%) : 8.200.796
  • Jawa Barat (97%) : 41.763.592
  • Jawa Tengah (96.7%) : 31.328.341
  • Daerah Istimewa Yogyakarta (91.9%) : 3.179.129
  • Jawa Timur (96.4%) : 36.113.396
  • Banten (94.7%) : 10.065.783
  • Bali (13.4%) : 520.244
  • Nusa Tenggara Barat (96.5%) : 4.341.284
  • Nusa Tenggara Timur (9%) : 423.925
  • Kalimantan Barat (59.2%) : 2.603.318
  • Kalimantan Tengah (74.3%) : 1.643.715
  • Kalimantan Selatan (96.7%) : 3.505.846
  • Kalimantan Timur (85.4%) : 3.033.705
  • Sulawesi Utara (30.9%) : 701.699
  • Sulawesi Tengah (77.7%) : 2.047.959
  • Sulawesi Selatan (89.6%) : 7.200.938
  • Sulawesi Tenggara (95.2%) : 2.126.126
  • Gorontalo (97.8%) : 1.017.396
  • Sulawesi Barat (82.6%) : 957.735
  • Maluku (49.6%) : 776.130
  • Maluku Utara (74.3%) : 771.110
  • Papua Barat (38.4%) : 292.026
  • Papua (15.9%) : 450.096

Daftar Agama Tertua Di Dunia

Tahukah kamu ternyata ada beberapa agama yang tertua di dunia lho? Kepercayaan tersebut sudah ada sejak ribuan tahun silam dan telah dianut jutaan bahkan milyaran orang di seluruh dunia. Lalu, agama tertua apa saja yang masih banyak dianut hingga sekarang? Nah, ini dia pembahasannya.

Brahmanisme (sekitar 8000-6000 SM)

Agama tertua pertama di dunia adalah Brahmanisme. Kepercayaan Brahmanisme atau yang kerap disebut sebagai Weda Brahmanisme ini adalah kepercayaan tertua yang diklaim ada sejak tahun 8.000-6000 SM. Kepercayaan Brahmanisme sendiri meyakini kehadiran kekuatan alam yang berasal dari dewa-dewi. Diantaranya adalah Dewa Api, Dewa Angin, Dewa Matahari, dan masih banyak lagi.

Hindu (Sekitar 7000-6000 SM)

Agama tertua di dunia kedua adalah agama Hindu. Setelah kemunculan agama Brahmanisme, agama Hindu ini mulai muncul. Agama ini mulai muncul pertama kali di India. Berdasarkan beberapa catatan sejarah, awal mula penyebaran agama Hindu sendiri dimulai dari Lembah Sungai Indus atau yang sekarang terkenal sebagai Pakistan Modern.

Hindu menjadi salah satu agama tertua di dunia yang masih populer hingga sekarang dan dianut oleh sekitar 1,161 miliar orang di dunia. Penganut agama Hindu sendiri mencakup 15,16 % populasi manusia di dunia (Perkiraan 2020). Hal ini sekaligus membuatnya menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak ketiga di dunia setelah agama Kristen dan Islam.

Dalam agama Hindu ini, tak ada yang namanya pendiri atau teks tunggal. Agama ini menggabungkan beberapa kepercayaan kuno dan tradisi. Kitab suci agama Hindu sendiri disebut dengan Rig Veda yang umurnya diperkirakan telah mencapai usia 3.500 tahun.

Sementara itu, para arkeolog menemukan motif hewan banteng dan sapi yang berasal dari masa sekitar 7000 SM di masa saat peradaban kuno menghuni beberapa daerah yang ada di sekitar Sungai Indus. Dalam agama Hindu, sapi dan banteng sendiri dianggap sebagai hewan suci.

Diantara para penganut agama Hindu, utamanya di India kepercayaan Brahmanisme sendiri lebih dipandang sebagai tradisi kebudayaan dibandingkan dengan agama yang terpisah.

Yahudi (Sekitar 6000 SM-2000 SM)

Yahudi sendiri adalah agama monoteistik tertua di dunia yang sudah ada semenjak ribuan tahun silam. Yudaisme sendiri juga merupakan agama Abrahamik dan etnis yang terdiri atas berbagai macam peradaban agama, budaya, serta hukum kolektif orang-orang Yahudi.

Agama ini sendiri berakar sebagai suatu agama yang terorganisir di Timur Tengah pada Zaman Perunggu. Beberapa pakar dan ahli berpendapat bahwa kepercayaan Yudaisme modern sendiri berawal dari evolusi Yahwisme yang merupakan agama bangsa Israel Kuno dan Yehuda.

Per akhir tahun 2019 sendiri, penganut agama Yahudi di dunia mencapai sekitar 14,7 juta orang atau sekitar 0,19% dari populasi dunia saat itu. Sebagian besar orang Yahudi tinggal di Israel (46,9%) sementara sekitar 38,8% tinggal di Amerika Serikat dan Kanada. Kemudian, sisanya tersebar di beberapa benua seperti Amerika Latin, Asia, Afrika, dan Australia.

Zoroastrianisme (Sekitar 1500 – 500 SM)

Agama tertua di dunia kelima adalah kepercayaan Zoroastrianisme yang sudah ada semenjak tahun  1500 – 500 SM.

Kepercayaan ini sendiri dibawa oleh Zoroaster dan mulai berkembang di daerah Persia Kuno (yang sekarang disebut sebagai Negara Iran).

Di Iran, kepercayaan Zoroastrianisme ini dikenal dengan sebutan Mazdayasna atau kepercayaan yang menyembah Ahura Mazda. Berdasarkan pada beberapa catatan arkeologis, akar dari kepercayaan Zoroastrianisme ini berasal dari sekitar tahun 1.200 hingga 1500 SM. Beberapa sejarah juga mencatat bahwa kepercayaan Zoroastrianisme juga pernah menjadi salah satu kepercayaan paling kuat di dunia dan menjadi kepercayaan resmi di Iran pada tahun 600 – 650 SM. Meskipun begitu, jumlah penganut agama ini sekarang tidak sebanyak dulu. Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, jumlah penganut Zoroastrianisme tertinggi diestimasikan hanya sekitar 110.000 hingga 120.000 orang di dunia. Mayoritas penganutnya tinggal di India, Iran, dan Amerika Utara. Kepercayaan ini sendiri memuat

Buddha (Sekitar 2600 SM)

Agama tertua di dunia keempat adalah agama Buddha yang sudah ada semenjak tahun 2600 SM. Buddhisme sendiri dipercaya sudah ada sejak abad 2600 – 2500 SM yang lalu. Salah satu tokoh sentral dalam agama ini adalah Siddhartha Gautama. Perkembangan agama ini sendiri mulai menyebar pertama kali di area anak benua India atau yang sekarang disebut sebagai Nepal Modern.

Buddha menjadi salah satu agama tertua di dunia yang dianut oleh ratusan juta orang di dunia. Bahkan, pada perkiraan tahun 2020 jumlah penganut agama Buddha sendiri mencapai 506 juta orang atau sekitar 5,06 % dari seluruh populasi manusia di dunia. Hal ini menjadikannya sebagai agama tertua di dunia yang memiliki banyak penganut.

Konfusianisme (600 SM)

Agama tertua di dunia keenam adalah agama Konfusianisme yang sudah ada semenjak tahun 600 SM. Meskipun kepercayaan ini diakui sebagai agama. Namun, pada prakteknya kepercayaan ini tidak diberlakukan sebagai agama tradisional yang terorganisir layaknya agama lain. Para penganut kepercayaan ini memandang Konfusianisme layaknya sebagai sistem filsafat sosial dan etika dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang berakal.

Pendiri kepercayaan ini sendiri adalah Confucius. Kepercayaan ini memiliki pengaruh yang cukup besar atas kehidupan politik dan spiritual masyarakat yang ada di Tiongkok. Bahkan pengaruh agama ini menyebar ke wilayah lain seperti wilayah Asia Timur.

Jainism (599-527 SM)

Janism atau yang dikenal juga sebagai Kon Fut Se adakah kepercayaan tradisional China yang dibawa oleh seorang guru dan filsuf social. Karena itulah kepercayaan ini cukup kental dengan adat Tionghoa Kuno. Dilansir dari Gramedia.com, di Indonesia sendiri kita mengenal kepercayaan ini dengan sebutan Kong Hu Cu. Kong Hu Cu sendiri termasuk salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia.

Taoisme (Sekitar 500 SM)

Taoisme adalah kepercayaan yang berdasarkan pada ajaran Tao Te Ching (disebut juga sebagai Daodejing atau Tao Teh King). Tao Te Ching ini berdasarkan tradisinya ditulis oleh pengarang yang Bernama Laozi pada abad 6 SM. Laozi ini memiliki nama pribadi yang disebut sebagai Li Er dan nama kehormatannya setelah meninggal adalah Li Dan.

Kepercayaan ini cukup populer lantaran memanfaatkan gagasan persatuan dan kebalikan atau Yin dan Yang. Kepercayaan ini banyak dipraktikkan di Tiongkok, Taiwan, Asia tenggara dan sebagian kecil negara di wilayah Barat.

Shinto (Sekitar 3-8 SM)

Kekaisaran Jepang menetapkan agama Shinto ini sebagai kepercayaan asli negara tersebut. Kepercayaan ini sendiri baru mulai diperkenalkan di Jepang pada abad ke-6 SM. Beberapa catatan sejarah bahkan ada yang menyebutkan kalau akar kepercayaan ini sudah ada sejak tahun 700 SM. Beberapa catatan arkeologi juga menyebutkan kalau kepercayaan ini muncul lebih lama dibandingkan itu.

Pada periode Meiji, antara tahun 1868 hingga 1912 kepercayaan ini resmi ditetapkan sebagai salah satu agama resmi di Jepang.

Ini Dia 5 Agama dengan Jumlah Penganut Terbanyak di Dunia

Ini Dia 5 Agama dengan Jumlah Penganut Terbanyak di Dunia – Berdasarkan dari suatu perhitungan, di dunia ini ada sekitar 4.200-an agama lho. Diantara banyaknya jumlah agama tersebut, ada 5 Agama dengan jumlah penganut terbanyak di dunia. Jumlah penganutnya mencapai angka milyaran hingga ratusan juta penduduk.

Penasaran agama apa saja yang masuk Top 5 agama yang paling banyak dianut? Ini dia pembahasannya!

Agama dengan Jumlah Penganut Terbanyak di Dunia

Seperti yang dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, berikut ini 5 agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia (perkiraan tahun 2020) :

  • Kristen 2,513 miliar penganut (32,11%)

Yang pertama adalah agama kristen. Kekristenan sendiri merupakan suatu agama yang berdasarkan ajaran hidup dari Yesus Kristus yang juga merupakan inti dari ajaran agama ini. Dengan jumlah penganut lebih dari 2,5 miliar penduduk, Kristen menjadi agama yang dianut oleh paling banyak orang di dunia. Bahkan, jumlah tersebut mencapai 1/3 populasi manusia di dunia.

Dikutip dari 99.co, saat ini terdapat 3 jenis komunitas Kristen yang meliputi Protestan, Ortodoksi Timur, dan juga Katolik Roma.

Nah, ini dia beberapa negara di dunia yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen : Kota Vatikan (100%), Kepulauan Pitcairn (100%), Timor Timor (99,6%), Samoa (99%), Romania (99%), Armenia (98,5%), Samoa Amerika (98,3%), Malta (98,1%), Yunani (98%), Venezuela (98%), Kepulauan Marshall (97,2%), Tonga (97,2%), San Marino (97%), Paraguay (96,9%), El Salvador (96,4%), Federasi Mikronesia (~96%), Kiribati (96%), Barbados (95,1%), Papua Nugini (94,8%), Meksiko (94,6%), dan Peru (94,51%).

  • Islam 1,864 miliar penganut (24,53%)

Agama dengan jumlah penganut terbanyak di dunia yang kedua adalah agama Islam. Agama ini dianut oleh sekitar 1,864 miliar orang di dunia. Jumlah ini mencapai ¼ populasi penduduk di dunia. Islam sendiri adalah agama yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 M. Agama ini diikuti oleh muslim yang bertakwa dan percaya pada Al-Qur’an, Allah SWT, Hadist-Hadistnya, dan juga ajaran yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Berikut ini ada beberapa negara di dunia yang sebagian besar penduduknya beragama Islam  : Maladewa (100%), Mauritania (100%), Somalia (~100%), Moroko (99,9%), Palestina (99,9%), Yaman (99,8% ), Afghanistan (99,7%), Iran (99,6%), Tunisia (99,5%), Azerbaijan (99,2%), Niger (99%), Irak (99%), Turki (98,6%), Comoros (98,3%), Algeria (98%), Arab Saudi (97,2%), Sudan (97%), Djibouti (96,9%), Libya (96,6%), Pakistan (96,4%), Bangladesh (90,4%), Mesir (89,3%), Tanah Air kita Indonesia (86,7%), Malaysia (61,3%), dan Nigeria (53,5%).

  • Hindu 1,161 miliar penganut (15,16%)

Agama dengan jumlah penganut terbanyak di dunia ketiga adalah agama Hindu. Hinduisme adalah kepercayaan yang mendominasi di Kawasan Asia Selatan, utamanya di negara India dan Nepal.

Kepercayaan Hindu sendiri meliputi berbagai aliran. Seperti aliran Saiwa, Waisnawa, Sakta, dan pandangan yang luas tentang hukum & aturan seputar moralitas sehari-hari (berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan).

Agama Hindu juga merupakan salah satu agama tertua di dunia. Saat inipun, pendiri dari agama Hindu juga belum diketahui pasti. Berikut ini ada beberapa negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama ini : Nepal 81,3%, India (79,8%), dan Mauritius (48,54%).

  • Buddha 506 juta pengikut (5,06%)

Agama ini disebarkan oleh Siddharta Gautama pada tahun 600 SM. Agama ini juga termasuk salah satu agama tertua di dunia. Layaknya agama dharma yang sama seperti Hindu, ajaran dari agama Buddha ini juga berdasarkan pada kehidupan setelah kematian, karma, dan juga reinkarnasi.

Kitab suci agama Buddha sendiri disebut sebagai The Tripitaka (yang artinya Tiga Keranjang). Kata “Buddha” sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang bermakna “ia yang sadar” atau “yang mencapai pencerahan sejati” dan menyadari 4 kebenaran kemuliaan secara penuh.

Berikut ini ada beberapa negara di dunia yang penduduknya sebagian besar menganut agama Buddha : Kamboja (96,9%),  Thailand (93,2%), Myanmar (80,1%), Bhutan (74,70%), Sri Lanka (69,3%), Laos (66,0%), dan Mongolia (55,1%).

  • Kepercayaan tradisional Tionghoa 394 juta orang (5%)

Kelima adalah kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa yang dianut oleh sekitar 394 juta orang atau 5% penduduk dunia. Kepercayaan ini sendiri berakar dari tradisi rakyat Tionghoa yang berasal dari Suku Han. Meskipun tak memiliki kitab suci resmi. Namun, kepercayaan ini merupakan perpaduan dari berbagai filosofi mulai dari Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme.

Berikut ini ada beberapa negara yang menganut kepercayaan tradisional Tionghoa : Taiwan (33–80%), Tiongkok (30%), Hong Kong (28%, Macau (13,9%), Singapura (8,5%), Malaysia (2,6%), Korea Selatan (0,2–1%), Filipina (0,01–0,05%), dan Indonesia (0,05%).

Nah, itulah 5 agama dengan jumlah penganut terbanyak di dunia. Mulai dari Kristen, Islam, Hindu, Budha, dan kepercayaan tradisional Tionghoa.

Manfaat dan Fungsi dari Agama

Agama merupakan kepercayaan, sistem budaya, serta pandangan dunia yang akan mengkoneksikan tiap manusia dengan tatanan kehidupannya. Dari keyakinan tersebut, kita akan memperoleh nilai-nilai moralitas, etika, hukum agama, dan juga gaya hidup.

Agama akan membuat hidup seseorang lebih terarah, memberikan ketenangan hidup, menuntun kita ke jalan yang benar termasuk meyakini Sang Pencipta, menghindarkan kita dari perilaku-perilaku yang buruk, dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, dan lain sebagainya.

Apa Itu Paham Ateisme?

Ateisme sendiri merupakan pandangan dimana seseorang tidak mempercayai keberadaan Tuhan atau dewa-dewi, menolak paham teisme (paham percaya dengan Tuhan & dewa-dewi) disertai dengan klaim. Orang yang menggunakan paham Ateisme disebut sebagai Atheis.

Dilansir dari KataData yang bersumber dari World Population Review, ada beberapa negara yang penduduknya banyak yang menggunakan paham ini. Diantaranya adalah China, Swedia, Republik Ceko, Belanda, Azerbaijan, dan Belgia.

Ateisme ini merupakan salah satu bentuk pandangan yang dipegang oleh orang yang tidak percaya agama atau tidak beragama. Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia, atheisme sendiri juga bukan sinonim dari tidak beragama. Atheisme hanya salah satunya, lantaran masih ada banyak sekali paham tidak beragama lain seperti  Panteisme, Agnostisisme, Skeptisisme, Ignostisisme, Antiteis, Deisme, Humanisme sekuler, dan lain sebagainya. Jika ditotal, semua orang di dunia yang menggunakan paham tidak beragama ini diperkirakan mencapai 1,193 miliar atau sekitar 15,18% dari populasi dunia.

Mayoritas Agama Penduduk Indonesia

Negara Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika yang memiliki beragam budaya dan agama. Mayoritas penduduk di Indonesia sendiri memeluk Islam. Dilansir dari KataData, per akhir 2021 ada sekitar 238,09 juta jiwa (86,93%) yang memeluk agama Islam. Sementara itu, yang memeluk agama Kristen ada sebanyak 20,45 juta (7,47%), Katolik 8,43 juta jiwa (3,08%), Hindu 4,67 juta (1,71%), Buddha 2,03 juta jiwa (0,74%), Konghucu 73,63 ribu jiwa (0,03%), dan yang menganut aliran kepercayaan sebesar 126,51 ribu penduduk (0,05%).

Simak Tradisi Unik Umat Buddha di 6 Negara

Simak Tradisi Unik Umat Budha di 6 NegaraHari Raya Waisak adalah hari memperingati kelahiran Sang Buddha. Hari raya Waisak dirayakan dengan berbagai macam tradisi yang sangat unik di beberapa negara di benua asia, salah satunya yaitu, Indonesia yang biasanya merayakan Waisak di Candi Borobudur. Selain itu ada juga yang merayakan Waisak di berbagai daerah.

Mengenai perayaan Hari Raya Waisak, ada 3 tahapan penting dalam kehidupan Sang Buddha yang diperingati dalam perayaan ini, yaitu tahapan kelahiran, tahapan pencerahan, dan kematian. Ketiga tahapan tersebut biasa disebut dengan Trisuci Waisak, yang menurut penanggalan tradisional jatuh pada hari yang sama.

Hari raya Waisak biasanya diadakan setiap puncak bulan purnama di bulan Mei dan awal bulan Juni setiap tahunnya. Tempat Sangat Buddha Lahir taman Lumbini, sebuah kawasan di kaki pegunungan Himalaya yang saat ini masuk dalam wilayah Nepal. Di sanalah Sang Buddha yang awalnya bergelar Pangeran Siddhartha Gautama, lahir dan menghabiskan 29 tahun hidupnya. Waisak telah menjadi perayaan besar setiap tahun. Hal ini ditandai dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat Buddha di berbagai belahan dunia.

Perayaan ini tentunya akan menjadi perayaan yang unik seperti perayaan hari raya lainnya, dimana setiap kota yang berbeda akan merayakannya dengan cara beda juga sesuai dengan tradisi yang mereka pegang di daerah tersebut. Seperti agama-agama lain yang cukup besar, agama Buddha juga telah menyebar luas di berbagai belahan dunia, sehingga umat Buddha dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah.

Perayaan hari raya Waisak dilakukan dengan berbagai macam kegiatan, yang dimana umat Buddha di berbagai wilayah akan melakukan berbagai tradisi dan ritual yang unik dalam merayakan hari Raya Waisak. Biasanya berbagai kegiatan dan tradisi yang diadakan sangat dipengaruhi oleh tradisi atau adat istiadat masyarakat setempat.

Tapi semua yang dilakukan tidak menghilangkan makna dan arti yang terkandung dalam perayaan Waisak. Hal ini dilakukan sebagai peringatan dan untuk mengingat ajaran Buddhis. Beberapa keunikan perayaan Hari Raya Waisak di berbagai negara  dapat anda baca dibawah ini.

Kelahiran dan Hari Baru

Hari Raya Waisak pastinya bukan hanya sekedar perayaan bagi umat Buddha. Ini dimaksudkan sebagai penyambutan, hari yang akan datang, dan kelahiran jiwa baru. Setiap perayaan patut diapresiasi dan diapresiasi sebagai bagian dari budaya dan tradisi suatu bangsa. Merayakan Hari raya Waisak dapat merasakan makna dari Waisak itu sendiri, dan memberikan kita rasa kebersamaan dan toleransi kepada umat yang merayakan.

Tradisi Unik Umat Buddha di 6 Negara

Indonesia

Umat Buddha di Indonesia tidak terlalu banyak seperti penganut agama lain, bukan berarti perayaan kelahiran Buddha ini tidak digelar secara meriah. Perayaan Waisak dirayakan di setiap daerah di Indonesia, tapi puncak perayaan Waisak diadakan di Candi Borobudur. Banyak rangkaian acara yang diadakan untuk memperingati Trisuci Waisak. Ada 3 bagian yaitu

Pengambilan Air

Berkah dari mengambil mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung, serta menyalakan api obor di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Ritual Pindapatta

Ritual khusus masyarakat untuk berbuat baik, untuk memberi bersedekah kepada para biksu dan biksu yang ada di sekitarnya.

Samadhi

Dalam agama Buddha, waktu puncak bulan purnama berdasarkan pada perhitungan langit, sehingga memungkinan puncak bulan purnama ada di siang hari atau malam hari.

Menjelang Perayaan Puncak Waisak

Semua acara biasanya diadakan di Candi Borobudur, Seluruh umat Buddha menyalakan lilin dan meletakkannya di lentera dan diterbangkan secara serempak, dan akan terlihat indah di malam hari yang sudah gelap. Walaupun tidak ada makna dalam pelepasan lentera, tapi sudah menjadi kebiasaan perayaan hari raya Waisak yang dilakukan oleh seluruh umat Buddha di Indonesia.

Nepal

Di Nepal Umat Buddha pergi ke Lumbini, tempat lahirnya sang Buddha untuk merayakan hari raya Waisak. Di hari penting ini, semua umat bebuat hal yang baik memberikan sedekah dan berbagai kepada orang yang tidak mampu. Dan juga, pergi ke vihara untuk berdao kepada Buddha.

Taiwan

Umat Buddha di Taiwan Merayakan hari raya Waisak dengan tradisi menyiram air suci ke patung Buddha yang di anggap sebagai simbol kehidupan yang baru. Meski sederhana ini adalah makna bentuk raya syukur akan kehidupan.

Korea Selatan

Seluruh umat Buddha di Korea Selatan, hari Raya Waisak termasuk perayaan yang meriah dan selalu menghias candi yang ada. Dengan ribuan lampion teratai yang indah akan dinyalakan untuk menerangi candi di malam hari raya waisak. Tujuan menyealakan lampion ada lah memperingati lahir sang Buddha ke dunia.

Singapura

Menggelar acara yang unik, di Singapura mereayakan Hari Waisak dengan melepaskan burung-burung yang dibeli ke udara. Dianggap sebagai melambangkan hari yang baru atau perayaan ajaran buddha bagi umat buddha di Singapura. Ini acara yang menyenangkan, karena melihat burung yang di lepaskan berterbangan di udara saat hari lahir nya sang Buddha.

Srilanka

Masyarakat Sri Lanka di hari raya Waisak menggunakan pakain yang berwarna cerah. Tidak sama dengan beberapa negara dengan tradisi menyalakan dan melepas lampion sebagai perayaan Waisak, justru masyarakat Sri Lanka memasang tiang lampu listrik warna-warni di berbagai sudut setiap kota. Ini pasti akan menjadi hal yang saat malam hari tiba.

Demikian ulasan tentang, Intip Tradisi Unik Umat Budha di 6 Negara. Semoga bermanfaat.